Breaking News:

Masjid Tua di Prabumulih

Sejarah Masjid Annuqoba Prabumulih, Berdiri Sejak 1949 Dulunya di Lebak, Pernah Diubah Jadi Mushola

Masjid Annuqoba yang menampung jamaah sekitar 250 orang itu hampir ditinggalkan lantaran nama diubah menjadi mushola.

EDISON
Masjid Annuqoba Tertua di Prabumulih yang sudah berdiri sejak 1949 dan pernah diubah pemerintah menjadi mushola. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sebagai kota perlintasan, Prabumulih ternyata sejak dulu merupakan daerah religius yang menyiapkan sarana ibadah tidak hanya bagi masyarakatnya saja namun juga bagi orang-orang yang singgah untuk ke Palembang maupun sebaliknya.

Terbukti, masyarakat kota Prabumulih menyiapkan Masjid Annuqoba sebagai tempat masyarakat kota Prabumulih dan warga kabupaten kota lain yang singgah untuk menunaikan ibadah salat.

Namun kala itu Annuqoba masih berbentuk langgar dan yang terletak di pinggir jalan Rambang atau saat ini Jalan Jendral Sudirman No 49 RT 02 RW 02 Pasar 1 Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Lalu kemudian terus dilakukan renovasi dan berubah nama menjadi Masjid Annuqoba. Masjid Annuqoba sendiri ternyata merupakan satu diantara masjid tertua di Bumi Seinggok Sepemunyian.

Didirikan di tanah wakaf pada tahun 1949 dengan luas tanah sekitar 360 m2 dan luas bangunan 200 m2, Masjid Annuqoba masih terlihat sangat kokoh.

Selain menjadi tempat persinggahan masyarakat beberapa kabupaten kota yang melintas hendak ke kota Palembang, masjid tertua itu juga merupakan masjid terbesar di Kota Prabumulih kala itu.

Ketua Pengurus Masjid Annuqoba, H Yanwar Sahil ketika diwawancarai menceritakan, masjid Annuqoba didirikan diatas lebak (sungai) di pinggir Jalan Jenderal Sudirman kota Prabumulih.

"Dulu ini langgar dan didirikan di atas lebak, di sini sekitar masjid semuanya air dan di depan jalan lebar 6 meter. Langgar ini selalu ramai orang mancing, istirahat, mandi dan santai kawasan nasjid ini baik orang yang hendak ke Palembang maupun sebaliknya dan warga sekitar," ungkap H Yanuar Sahil ketika diwawancarai.

Menurut Yanuar, masjid Annuqoba yang menampung jamaah sekitar 250 orang itu pada pemerintahan bupati Rubain Sirot hampir ditinggalkan lantaran nama diubah menjadi mushola.

"Dulu pada masa pemerintahan itu ada pembangunan Masjid Muslim Pancasila atau sekarang Masjid Nur Arafah, jadi agar masjid itu ramai maka Masjid Annuqoba dijadikan mushola," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved