Breaking News:

Perawat Dianiaya Keluarga Pasien

Kondisi Terkini Perawat Korban Penganiayaan di Palembang, Sempat Trauma Sekarang Bisa Tersenyum

Sejak dua hari terkahir, kondisi CRS terus membaik. Namun, ia masih tetap harus menjalani perawatan dan dalam proses pemulihan

Editor: Wawan Perdana
TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru melakukan video call bersama perawat RS Siloam Sriwijaya berinisial CRS (28). CRS sempat mengalami trauma akibat penganiayaan yang dialaminya. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang berinisial RS, mengalami trauma akibat dianiaya keluarga pasien, Kamis (15/4/2021).

Video penganiayaan itu viral di media sosial sejak beberapa hari ini.

CRS juga mengalami trauma hingga sempat berencana untuk berhenti dari profesinya itu.

Diketahui CRS dianiaya oleh JT, orangtua dari pasien. JT kini telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan Subhan Haikal saat dihubungi, Senin (19/4/2021) mengatakan, usai dianiaya JT secara berutal, CRS menjadi murung.

Bahkan, ia sempat mengalami ketakutan untuk bertemu dengan seseorang.

"CRS juga sempat mau berhenti jadi perawat karena dia takut dianiaya lagi. Tetapi setelah didampingi psikolog, psikisnya mulai pulih," kata Subhan.

Menurut Subhan, sejak dua hari terkahir, kondisi CRS terus membaik. Namun, ia masih tetap harus menjalani perawatan dan dalam proses pemulihan.

"Sekarang CRS sudah mulai tersenyum sejak ada pendampingan dua psikolog dari Rumah Sakit Siloam. Kemarin untuk senyum saja susah," ujar dia.

Subhan mengatakan, CRS sudah 6 tahun bekerja di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved