Breaking News:

Berita Muaraenim

Pemkab Muara Enim Himbau Warga Tak Terprovokasi Konflik Tapal Batas

Soal Tapal Batas,Pemkab Muara Enim meminta dan menghimbau kepada masyarakat Muara Enim untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan nkepada pemerintah.

SRIPOKU/ARDANI ZUHRI
Pj Sekda Muara Enim Drs H Emran Thabrani, Safari Ramadhan di Masjid Jamiul Muttaqin, Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muara Enim, Sabtu (17/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM,---Mengenai adanya isu keresahan masalah tapal batas, Pemkab Muara Enim meminta dan menghimbau kepada masyarakat Muara Enim untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah.

"Jika ada permasalahan tapal batas kita jangan mudah terprovokasi. Kita ada pemerintah yang berwenang memutuskannya," ujar Pj Sekda Muara Enim Drs H Emran Thabrani di dampingi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Amrullah Jamaluddin SE disela-sela kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Jamiul Muttaqin, Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muara Enim, Sabtu (17/4/2021) sekitar pukul 21.00.

Dalam kegiatan Safari tersebut, juga diberikan bantuan kepada Masjid Jamiul Muttaqin dan Sembako kepada masyarakat tidak mampu.

Baca juga: Bangun Polsubsektor Muara Belida, Kapolres Muaraenim Ungkap Alasannya

Menurut Emran, bahwa Desa Segamit ini, adalah wilayah paling timur Kabupaten Muara Enim yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Lahat.

Dan permasalahan tapal batas memang rawan dan bisa memicu permasalah sosial di maayarakat. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Muara Enim untuk tidak mudah terprovokasi tentang masalah tapal batas, karena masalah tapal batas sudah sah dan diatur oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) sehingga tidak perlu terpancing konflik.

Jika ada oknum dari daerah lain yang menggeser ataupun mengakui wilayah Kabupaten Muara Enim di Desa Segamit untuk dapat diselesaikan secara hukum oleh masing-masing pemerintah daerah dengan berpedoman pada ketentuan yang sah.   

Dijelaskan Emran, bahwa batas antara Desa Segamit dengan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu telah tertuang dalam Permendagri Nomor 102 Tahun 2017 tentang Batas Daerah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan dengan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Kemudian batas Desa Segamit dengan Kabupaten Lahat juga telah jelas dalam Permendagri Nomor 111 Tahun 2019 tentang Batas Daerah Kabupaten Muara Enim dengan Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan.

Baca juga: Pemkab Muaraenim dan Pertamina Bakal Lakukan Operasi Pasar Gas LPG 3 Kg

Dikedua Permendagri tersebut secara jelas dan tegas disebutkan titik koordinat yang menjadi batas masing-masing daerah sehingga menurut warga tidak perlu terpancing permasalahan tapal batas karena tidak akan ada yang berubah meskipun ada yang berusaha menggeser atau mengakui patok tapal batas.

Dirinya meminta permasalahan tersebut tidak diselesaikan secara pribadi melainkan dilaporkan kepada aparat desa atau kecamatan karena masalah tapal batas merupakan kewenangan Pemkab Muara Enim.

Selain itu, Emran mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang sangat baik dari warga Desa Segamit, dan mengajak masyarakat untuk mendukung dan menjaga aset beberapa perusahaan panas bumi yang ada di Kabupaten Muara Enim khususnya Semende sehingga keberadaannya dapat memberikan kontribusi bagi Kabupaten Muara Enim, khususnya kesejahteraan warga Desa Segamit.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved