Breaking News:

Berita Video Terbaru

Video Ketahuan Puasa Dua Pengawal Dianiaya Hingga Babak Belur, Dipaksa Tak Lanjutkan Ibadah

Seorang bos dengan bengisnya memukuli karyawannya yang ketahuan berpuasa. Seperti diketahui, umat muslim di seluruh dunia tengah menjalankan ibadah p

TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang bos dengan bengisnya memukuli karyawannya yang ketahuan berpuasa.

Seperti diketahui, umat muslim di seluruh dunia tengah menjalankan ibadah puasa.

Sayangnya, baru memasuki Ramadhan, Negeri Jiran digegerkan dengan penganiayaan seorang majikan kepada karyawannya.

Majikan diduga menghajar dua karyawan yang bekerja sebagai pengawalnya lantaran mereka berpuasa.

Dilaporkan empat orang ditangkap setelah diduga memukuli pengawal tersebut berulang kali karena berpuasa.

Melansir Harian Metro (15/4), pengawal tersebut tak hanya dipukul, namun juga ditodong senjata api.

Korban berusia 43 tahun dan seorang rekan lainnya berusia 26 tahun dipukul dengan tongkat oleh majikannya di sebuah rumah di Batu Nilam, Klang.

Kapolsek Dang Wangi, Asisten Komisaris Mohamad Zainal Abdullah mengatakan tersangka memarahi korban karena berpuasa sebelum menamparnya.

Investigasi awal polisi menemukan bahwa kejadian tersebut terjadi ketika para pria tersebut berada di rumah majikan mereka di Bukit Tinggi, Klang, dan majikan memarahi korban karena berpuasa.

Majikan kemudian melanjutkan untuk mengambil senjata dari salah satu pria dan mengarahkannya ke korban diikuti dengan ucapan:

“Jangan berpuasa. Siapa yang memberimu gaji? Aku atau Tuhanmu? Apakah kamu ingin mengikuti Tuhanmu atau aku?”

Para korban masing-masing telah bekerja dengan tersangka sebagai pengawal selama tiga dan tujuh tahun terakhir.

Tersangka dikatakan akan memarahi korban jika mengetahui karyawannya sedang berpuasa dan memaksanya untuk tidak melanjutkan puasa.

Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Bagian 324 KUHP, 506 KUHP dan 298 KUHP dan semua tersangka akan ditahan di Pengadilan Klang hari ini.

Kapolres Klang Selatan ACP Shamsul Anuar juga mengklarifikasi bahwa kasus tersebut tidak melibatkan isu rasial.

Editor: Euis Ratna Sari
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved