Breaking News:

Berita Palembang

Pendidikan Anti Korupsi Cegah Tindakan Korupsi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menegaskan korupsi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Dan berdampak pada banyak sektor.

SRIPOKU/JATI
Ketua KPK RI Firli Bahuri berpose bersama gubernur Sumsel Herman Deru dan Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaf usai kuliah umum dengan tema Meneguhkan Nilai-nilai Integritas Mahasiswa di Universitas Sriwijaya, Kamis (15/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menegaskan korupsi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dampak korupsi juga akan sangat merugikan banyak sektor kehidupan.

"Korupsi merampas hak-hak kita semua. Korupsi merugikan jaminan sosial, jaminan kesehatan dan lainnya," kata Firli Bahuri saat memberikan kuliah umum dengan tema Meneguhkan Nilai-nilai Integritas Mahasiswa di Universitas Sriwijaya, Kamis (15/4/2021).

Menurut Firlu, tindakan korupsi pun tidak memandang tempat sehingga dibutuhkan upaya dari seluruh penyelenggara agar lebih efektif dalam tata kelola keuangan.

Baca juga: Apresiasi Polisi, Ini Tanggapan Gubernur Sumsel Tentang Penggerebekan Kampung Narkoba di Palembang

Selain itu, tidak menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan merupakan tindakan yang paling penting dalam pencegahan korupsi.

"Pencegahan korupsi dengan cara perbaikan sistem. Itu harus dikerjakan oleh gubernur, bupati dan walikota. Karena kalau ingin memberntas korupsi Bupati, walikota, DPRD, gubernur itu yang berada di depan untuk menghentikan tindakan korupsi," jelasnya.

Dia menambakan, pencegahan korupsi juga bisa dimulai dari kalangan mahasiswa.

Salah satu caranya dengan memberikan mata kuliah pendidikan anti korupsi.

Adapun tujuan diadakan pendidikan anti korupsi yaknibagar terbentuk agen-agen integritas melalui rencana pusat pengembangan anti korupsi dan pusat kajian anti korupsi.

"Saya mengapresiasi rencana pendidikan anti korupsi ini. Harapannya dengan mata kuliah ini juga akan mencerdasakan kehidupan masyarakat," ujar dia.

Baca juga: Ketua KPK Bicara Penanganan Korupsi di Sumsel, Minta Jangan Ada Intervensi

Rektor Universitas Sriwijaya, Prof Anis Saggaf, mengatakan pendidikan anti korupsi ini akan lebih baik jika masuk ke dalam mata kuliah.

Apalagi, KPK juga memiliki rencana serupa juga untuk diajarkan di kalangan siswa SMA dan SMP.

"Tinggal menunggu teknisnya, apakah akan dimasukkan mata kuliah yang sudah ada atau lainnya. Kita juga ada mata kuliah khusus pertama Pancasila dan kedua Kewarganegaraan, apakah dimasukkan kesana atau buat baru," kata Anis.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved