Palembang Zona Merah Lagi, MUI Kota Palembang Tidak Bisa Larang Umat Ibadah di Masjid

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berdasarkan data kembali menjadi Zona Merah atau status risiko penyebaran covid 19 bahaya.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Prawira Maulana
MELISA
M Saim Marhadan, Ketua MUI Kota Palembang 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berdasarkan data kembali menjadi Zona Merah atau status risiko penyebaran covid 19 bahaya.

Lalu bagaimana dengan ibadah di tempat ibadah atau saat ini umat islam yang ingin ibadah di masjid, Ketua MUI Kota Palembang, M Saim Marhadan mengatakan pihaknya tidak bisa mencegah umat dari sekarang.

“Kalau dicegah dari sekarang gak mungkin, kita tahun kemarin saja 1 minggu sebelum Ramadan sudah dibahas umat saja sudah ribut apalagi sekarang,” ujarnya saat ditemui setelah rapat di aula Cenderawasih Polrestabes Palembang, Jumat (16/4/2021).

Namun Saim berharap agar umat islam di kota Palembang yang ingin ibadah di masjid saat ini tetap mematuhi protokol kesehatan. 

“Prokes harus dipatuhi dan tadi arahan dari pak Kapolrestabes Palembang di rapat mengatakan kalau isi masjid itu minimal 50 persen dari kapasitas masjid. Jadi ketua masjid herus tahu kapasitas masjidnya,” jelasnya.

Pada kenyataannya di lapangan, masih banyak jamaah masjid yang tidak memakai masker atau tidak mematuhi protokol kesehatan, terkait hal ini Saim meminta agar  bhabinkamtibmas untuk terjun ke masjid masjid.

“Jadi paling tidak bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) mengarahkan kepada ketua masjid dan jamaah agar tetap mematuhi prokes dan peraturan ini harus dijalankan,” katanya.

Saim menambahkan saat salat Idul Fitri nanti pihak MUI Kota Palembang melarang untuk melakukan salat Id di lapangan terbuka.

“Sebenarnya salat di lapangan itu tidak boleh karena terlalu rawan, jadi lebih baik di masjid dan kalau masjidnya ada halaman ya silahkan tetapi kalau dilakukan di halaman terbuka jangan ya terlalu riskan,” ujarnya.

Sementara itu, Dinkes Palembang mendata per 15 April lalu pukul 00:00 (12 malam), tingkat penyebaran covid-19 paling banyak kasus positif berada di Kecamatan Ilir Barat I dan Kecamatan Sako.

Dengan total keseluruhan kasus suspek sebanyak 26.439 orang, kemudian ada 14.721 kasus COVID-19  kriteria Orang Tanpa Gejala (OTG) dan untuk kasus positif mencapai 9.347 orang.

"Risiko penyebaran COVID-19 tanggung jawab mulai di tingkat RT. Jika indikator zona merah, dengan kasus positif COVID-19 di lebih dari lima orang, maka  akses kerumunan ditutup dan kegiatan sosial masyarakat ditiadakan. Bagi pasien gejala ringan, segera isolasi mandiri di rumah," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes kota, sekaligus Juru Bicara Satgas COVID-19 Palembang. (Elm)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved