Breaking News:

Berita Palembang

Syarat Terbang Naik Maskapai Garuda Indonesia Selama Periode Mudik Idul Fitri 2021

Penerbangan Garuda masih akan ada untuk melayani penumpang dengan kepentingan mendesak non mudik

Dok Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik untuk Lebaran selama 6-17 Mei 2021.

Larangan ini berlaku untuk semua transportasi darat, laut dan udara kecuali keperluan mendesak dan angkutan logistik.

Menyikapi kebijakan itu, General Manager Garuda Indonesia Palembang, Meisye Paulina Tambunan mengatakan akan mematuhi aturan pemerintah namun tetap akan mengoperasikan pesawat karena masih akan mengangkut logistik kargo dan perjalanan dinas dan juga penumpang dengan ketentuan yang diizinkan pemerintah. Hanya saja jumlahnya dibatasi tidak sebanyak saat hari biasa.

"Sampai sekarang belum terlihat permintaan tiket untuk mudik lebaran karena biasanya permintaan untuk mudik itu baru terpantau seminggu menjelang hari H," ujar Meisye.

Meisye mengatakan penerbangan Garuda masih akan ada untuk melayani penumpang dengan kepentingan mendesak non mudik yang memenuhi salah satu kategori berikut:

1. Bekerja atau perjalanan dinas
2. Kunjungan keluarga sakit
3. Kunjungan duka keluarga meninggal
4. Ibu hamil beserta 1 orang keluarga sebagai pendamping atau 2 orang pendamping untuk kepentingan persalinan
5. Membutuhkan pelayanan kesehatan
Penumpang dengan keperluan mendesak seperti yang disebutkan di atas wajib
menunjukkan kedua surat berikut:
• Surat Izin Perjalanan dari instansi terkait atau Surat Izin Perjalanan Keluar/Masuk
(SIKM - untuk perjalanan menuju/keluar Jakarta)
• Surat Pernyataan Perjalanan Dalam Rangka Pengendalian COVID-19 Di Indonesia
Selain itu setiap penumpang juga wajib menunjukkan salah satu di antara surat
keterangan kesehatan berikut:
• Hasil negatif tes RT-PCR yang diterbitkan dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam
sebelum keberangkatan atau
• Hasil negatif tes Rapid Antigen yang diterbitkan dalam kurun waktu maksimal
2 x 24 jam sebelum keberangkatan atau
• Hasil negatif tes GeNose C19 yang diterbitkan dalam kurun waktu maksimal 1x 24
jam (jika layanan GeNose C19 tersedia di bandara keberangkatan)
Semua ketentuan di atas berlaku untuk penerbangan tujuan dari dan ke Bandara Sukarno-Hatta.

Khusus tujuan Denpasar dan Pontianak terdapat ketentuan masa berlaku surat kesehatan yang
berbeda.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Hartati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved