Breaking News:

Update Harga Karet Hari Ini

Harga Karet Hari Ini Naik Tipis, Berikut Tips Agar Kualitas Karet Bisa Capai KKK 100 Persen

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen mulai beranjak naik.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen mulai beranjak naik.

"Indikasi harga karet hari ini naik Rp 115 per kg dibandingkan indikasi karet hari Selasa 13 April untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Rabu (14/4/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 13 April 2021 Rp 19.516 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Rabu (14/4/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 19.631 per kg, artinya ada kenaikan Rp 115 per kg dibandingkan harga hari Selasa.

Lalu untuk KKK 70 persen harga 13.742 per kg, KKK 60 persen harga Rp 11.779 per kg, KKK 50 persen harga Rp 9.816 per kg, dan KKK 40 persen harga Rp 7.852 per kg.

Rudi menjelaskan, penurunan harga karet akibat turunnya harga minyak tertahan oleh laporan Asosiasi Negara Produsen Karet Alam (ANRPC) yang menyebutkan pasokan global sedang terganggu oleh musim gugur daun normal yang terjadi dibagian utara khatulistiwa yaitu Thailand, Vietnam dan Malaysia serta sebagian provinsi di Indonesia

"Sementara di Thailand sendiri masih kesulitan tenaga kerja penyadap yang berasal dari Myanmar. Dengan kondisi adanya penurunan pasokan, kesulitan tenaga kerja penyadap dan ketatnya pasokan maka harga karet bergerak naik," jelasnya.

Menurutnya, kondisi ini dapat saja berubah akibat kekhawatiran berkurangnya demand global oleh kenaikan kasus terinfeksi virus corona di beberapa negara konsumen besar seperti India, Jepang, Korea Selatan dan juga Eropa.

"Ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional. Yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet," katanya.

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai kompetitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pengendara Motor Tewas Kecelakaan, Diduga Terlindas Mobil Pengangkut LPG Pertamina

Baca juga: Gelar Operasi Pasar, Disperindagkop UMKM OI Pastikan Stok dan Harga Sembako Stabil

Rudi pun memberikan tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.

Lalu umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama, misal kalau umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan Bokar yang ber umur 2 atau 3 hari.

Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi KKK nya.

"Karet KKK 100 persen di tingkat petani tidak ada dan tidak bisa, hanya olahan pabrik yang bisa sampai KKK 100 persen. Sedangkan karet bulanan di tingkat petani berkisar di KKK 65-70 persen," katanya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved