Turunkan Angka Pengangguran di Lubuklinggau, Bappeda Akan Genjot Sektor UMKM

Saat ini tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2020 mencapai 7,41

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
Eko Hepronis / Tribunsumsel.com
Kepala Bappeda Kota Lubuklinggau Nobel Nawawi  

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Saat ini tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2020 mencapai 7,41 persen dari 121.049 angkatan kerja kota ini.

Kepala Bappeda Kota Lubuklinggau Nobel Nawawi mengakui naiknya angka pengangguran di Kota Lubuklinggau tahun 2020 kemarin  karena pandemi Covid-19.

"Kemarin waktu rapat bersama ada BPS, sudah kita tanya ternyata mereka survei waktu pandemi lalu, jadi wajar angkanya naik," ungkapnya Nobel pada wartawan, Selasa (13/4/2021).

Ia menyampaikan pada tahun 2019 lalu angka penggangguran di Kota Lubuklinggau hanya 4,9 persen kemudian ditahun 2020 melonjak tajam naik menjadi 7,41 persen.

"Artinya kedepan untuk penanganan pengangguran ini kita harus  mempunyai langkah strategis untuk menanggulanginya, dan berupaya mencari solusinya supaya turun," ujarnya.

Menurutnya, angka yang tinggi ini tidak akan selesai bila hanya dilaksanakan dalam rapat-rapat saja, saat ini Bappeda tengah berupaya mencari turunannya, parameter lain yang bisa mempengaruhi angka itu agar turun.

"Salah satunya mendorong pertumbuhan UMKM di Lubuklinggau, sejauh ini UMKM kita masih bagus, kedepan ini akan kita dorong bagaimana sektor UMKM terus tumbuh menyerap tenaga kerja," bebernya.

Kedepan pihaknya sangat mendorong setiap masyarakat yang mau membuka usaha, bahkan pihaknya berjanji tidak akan mempersulit masyarakat mau membuka usaha di Kota Lubuklinggau.

"Kita akan beri kemudahan peningkatan usaha, masalah izin dan lain sebagainya nanti, yang penting masyarakat mau, sehingga  peningkatan ekonomi dari UMKM ini bisa menyerap tenaga kerja," ungkapnya.

Selain itu, Bappeda juga akan mendorong kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), artinya dengan banyaknya pengangguran saat ini, SDM di Lubuklinggau rendah sehingga kalah bersaing dengan SDM luar.

"Artinya kita sekarang banyak yang tidak berkompeten karena kalah bersaing, kedepan ini bukan hanya usahanya yang kita dorong melainkan SDMnya juga," ujarnya.

Selanjutnya, untuk penanggulangan kemiskinan di Kota Lubuklinggau berdasarkan data Bappeda yang paling terdampak selama ini adalah masyarakat kelas bawah.

"Kalau kita masih menurun bila dibanding Sumatra Selatan (Sumsel) kalau dirangking kita angka ke 8 Disumsel, tapi angka itu tak bisa jadi patokan karena setiap kabupaten kota berbeda -beda," ungkapnya.

Sebab Lubuklinggau merupakan perkotaan dengan kemampuan proyeksi kebutuhan ekonomi lebih tinggi, dibandingkan kabupaten lainnya seperti Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara)

"Terlepas dari itu yang harus kita dalami kedepan angka kemiskinan dan kedalaman kemiskinan, dalam artian kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhannya," terangnya.  (Joy). 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved