Breaking News:

Politik Dinasti Disebut Makin Terlihat Usai SBY Dikabarkan Daftarkan Merek Demokrat Secara Pribadi

Politik Dinasti Disebut Makin Terlihat Usai SBY Dikabarkan Daftarkan Merek Demokrat Secara Pribadi

Editor: Slamet Teguh
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sikap Susilo Bambang Yudhoyono yang disebut daftarkan merek Demokrat secara pribadi kembali menjadi perhatian publik.

Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, menilai bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan terkesan ingin membangun Partai Demokrat mirip perusahaan keluarga.

Hal itu ia sampaikan dalam menanggapi beredarnya informasi yang menyebut SBY secara pribadi telah mendaftarkan Partai Demokrat ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang menurutnya akan menimbulkan sentimen negatif terhadap SBY dan Demokrat.

"Publik akan beranggapan langkah Presiden keenam RI itu justru semakin menegaskan adanya politik dinasti dalam tubuh Partai Demokrat," ujarnya, Senin (12/4/2021).

Menurut Karyono, langkah ini di satu sisi bisa dikatakan terobosan baru dalam tradisi partai politik di Indonesia. Tetapi di sisi lain jika pendaftaran nama dengan segala atribut partai diatasnamakan secara pribadi maka hal itu justru semakin meneguhkan bahwa SBY telah membangun dinasti di Partai Demokrat.

"Langkah ini justru akan membentuk persepsi publik bahwa SBY sedang membuat partai Demokrat mirip perusahaan keluarga atau Cikeas Corporation," ungkapnya.

Baca juga: Massa PMII Geruduk Kantor Bupati OI, Minta Penertiban Tempat Hiburan hingga Minimalisir Korupsi

Baca juga: 113 DPC PKB Ingin Gelar Muktamar Luar Biasa, Merasa Terzalimi, dan Sebut Cak Imin Layaknya Tuhan

Baca juga: Seorang Anak Tega Bunuh Ayah Kandungnya di Depan Anggota Keluarga yang Lain, Tebas Dengan Parang

Sehingga, kata Karyono, jika langkah SBY mendaftarkan Demokrat sebagai hak intelektual secara pribadi dikabulkan, maka ini menjadi lonceng kematian demokrasi di partai Demokrat.

Sebelumnya, pendiri sekaligus inisiator Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Darmizal menyoroti langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendaftarkan merek Partai Demokrat ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham atas nama pribadi.

Menurut Darmizal, tindakan SBY itu merupakan dorongan dari orang dekat yang ingin membuat malu keluarga Cikeas.

"Saya rasa ini memang sudah jalan dan petunjuk Tuhan, karena tanpa sengaja kami temukan pendaftaran tersebut, ketika Jubir PD KLB membuka link Dijen HKI untuk mencari sesuatu. Atas hal tersebut, saya melihat bahwa ada upaya dari orang dekat SBY, yang memberikan arahan atau masukan tidak tepat, yang tentu dampaknya akan membuat malu Cikeas," kata Darmizal melalui keterangannya, Senin (12/4/2021).

Darmizal menilai, pendaftaran Partai Demokrat ke Kememkumham oleh SBY atas nama pribadi adalah kejadian yang unik, bahkan mungkin sebagai yang pertama di Indonesia dan dunia.

Sementara Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan, meminta kubu Moeldoko tak mempermasalahkan langkah SBY mendaftarkan Demokrat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas nama pribadi.

Dikatakan Syarief, SBY memang sebagai pencipta semua apa yang ada di Demokrat. Dari mulai nama, lambang, hingga ideologi partai.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ramai Kabar SBY Daftarkan Merek Demokrat Secara Pribadi, Pengamat: Membenarkan Kesan Politik Dinasti.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved