Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Disdagrin Lubuklinggau Rekomendasikan Pengusaha Mie dan Tahu Formalin Dicabut Izinnya

Disdagrin Kota Lubuklinggau merasa gerah dan akan mengambil langkah tegas dengan melakukan pengawasan central usaha Tahu dan Mie Berformalin.

TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Lubuklinggau, Surya Darma. Disdagperin mengancam akan merekomendasikan pencabutan izin kepada produsen Tahu dan Mie Berformalin. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Sebanyak 330 Kg mie dan 1.100 potong tahu mengandung formalin ditemukan akan diedarkan di sejumlah pasar tradisional Kota Lubuklinggau Sumsel beberapa waktu lalu. 

Ratusan kilo dan dan ribuan tahu ini diamankan dari dua pusat rumah produksi mie dan tahu di Jalan Kenanga II Kelurahan Kenanga Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Atas temuan tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Lubuklinggau merasa gerah dan akan mengambil langkah tegas dengan melakukan pengawasan central usaha. 

"Sudah kita musnahkan baik mie dan tahu formalin itu, kalau berulang-ulang nanti akan kita bawa ke ranah pidana," ungkap Kadisdagrin Kota Lubuklinggau Surya Darma pada wartawan, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Sehari Jelang Ramadan Harga Daging Sapi di Lubuklinggau Naik, Permintaan Tetap Tinggi

Ia menegaskan, selama ini pengusaha tersebut sudah diperingatkan berkali-kali, namun, nampaknya peringatan yang diberikan selama ini tidak diindahkan dan ternyata masih bandel. 

"Mereka tidak menggubris peringatakan kita masih saja bandel mengulangi perbuatannya, berulang ulang selalu pakai formalin ya kenapa tidak (lapor polisi)," ungkapnya. 

Menurutnya, formalin sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, apabila di konsumsi dalam jangka waktu yang panjang, bahkan bisa menyebabkan kanker. 

"Memang sekali makan tidak terasa, tapi secara bertahap dikonsumsi jangka panjang menyebabkan kanker, karena itu merusak kekebalan tubuh  kita," ujarnya. 

Untuk itu, kemarin melalui BPOM dan Tim langsung melakukan pemusnahan baik tahu dan mie setelah menunjukkan hasil positif  formalin supaya tidak dijual lagi ke masyarakat. 

Baca juga: 330 Kg Mie Formalin Gagal Diedarkan di Pasar Inpres Lubuklinggau

Bahkan, untuk izin usahanya kedepan akan dilakukan rekomendasi kepada Dinas Penaman Modal Perizinan Terpadu dan Satu Pintu (DPMPTSP) untuk proses pencabutan izin. 

"Kalau mereka sudah kita ingatkan semacam ini masih saja, kita rekomendasi saja untuk di cabut, supaya jadi pelajaran untuk yang lainnya tidak mengulangi hal yang sama," ujarnya. 

Kemudian, untuk melakukan pengawasan dalam waktu dekat ini, pihaknya bersama BPOM akan kembali turun di pasar-pasar tradisional melakukan pengecekan dan pengawasan. 

"Nanti di pasar Inpres, Pasar Bukit Sulap kita turun sekaligus ngetes, apakah makanan itu mengandung formalin, dan akan langsung kita tindak sampai rumah produksinya," paparnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved