Breaking News:

HP3KI Gelar Rapat Sosialisasi Kerja Minta Anggota Sinergi dengan Lembaga Terkait

DPW Himpunan Pimpinan Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan Indonesia (HP3KI) Provinsi Sumsel menggelar rapat sosialisasi kerja.

Istimewa
DPW Himpunan Pimpinan Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan Indonesia (HP3KI) Provinsi Sumsel menggelar rapat sosialisasi kerja yang digelar di Cafe Unsilent, Sabtu (1042021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - DPW Himpunan Pimpinan Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan Indonesia (HP3KI) Provinsi Sumsel menggelar rapat sosialisasi kerja yang digelar di Cafe Unsilent, Sabtu (10/4/2021).

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja Sumsel, H Mansuri Husin mengatakan, rapat kerja ini bertujuan menyatukan visi misi lembaga pendidikan keterampilan di Sumsel sebab semuanya harus satu visi agar terwujud apa yang dicita-citakan.

Potensi pelatihan dan program kerja singkat ini menurutnya masih sangat besar karena masih banyak dibutuhkan.

Masyarkat bisa belajar cepat dengan hasil maksimal karena mendapat pelatihan teori dan juga langsung praktek.

"Lembaga pelatihan menyamakan visinya memberikan kompetensi pelatihan kerja sekaligus sebagai sarana komunikasi bagi pengelola pendidikan pelatihan kerja," ujar Mansuri di sela rapat, Sabtu (10/4/2021).

Mansuri mengatakan, keberadaan lembaga pelatihan dan pendidikan keterampilan ini snagat membantu pemerintah memberikan bekal keterampilan bagi pencari kerja apalagi dengan adanya program pra kerja. 

Masyarakat yang terdampak pandemi bukan cuma dibantu pemerintah dari sisi keuangan saja tapi juga modal kerja atau modal usaha berupa keterampilan agar siap terjun praktek dan menciptakan potensi ekonomi baru.

DPW Himpunan Pimpinan Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan Indonesia (HP3KI) Provinsi Sumsel menggelar rapat sosialisasi kerja yang digelar di Cafe Unsilent, Sabtu (10/4/2021).
DPW Himpunan Pimpinan Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan Indonesia (HP3KI) Provinsi Sumsel menggelar rapat sosialisasi kerja yang digelar di Cafe Unsilent, Sabtu (10/4/2021). (Istimewa)

Sementar itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) HP3KI Sumsel, Supriyanto mengatakan lembaga pendidikan keterampilan harus bersinergi dengan dunia usaha dan instansi terkait. Tidak bisa berdiri sendiri karena saling membutuhkan satu sama lain.

Supriyatno mengatakan keberadaan lembaga pendidikan saat masih potensial dan diperlukan pencari kerja karena tidak dipungkiri pemberi kerja lebih tertarik mencari pekerja yang cakap dan terampil.

Dia mengatakan saat ini permintaan pendidikan keterampilan mengalami pergeseran. Dulunya pendidikan keterampilan satu tahun diminati tapi kini bergeser menjadi pendidikan satu bulan.

"Selera pasar berubah jadi kita juga haru mengikuti selera pasar jika ingin bertahan," ujarnya.

Dia mengatakan dampak pandemi ini dan program pemerintah kartu pra kerja salah satunya mempengaruhi permintaan pasar akan keterampilan handal yang hanya dipelajari singkat sehingga bisa langsung pelatihan dan membuka peluang kerja baru atau menciptakan lapangan pekerjaan.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved