Breaking News:

Di Luar Dugaan, Camat Calon Kades di Musirawas Kalah Telak, Hanya Dapat 42 Suara

Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Musirawas telah dilaksanakan Kamis (8/4/2021).

SRIPOKU/AHMAD FAHROZI
Polres Musirawas menerjunkan personil sebanyak 252 untuk mengamankan Pilkades Serentak di 112 desa di Kabupaten Musirawas pada Kamis (8/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS - Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Musirawas telah dilaksanakan Kamis (8/4/2021).

Salah satu peserta calon kepala desa dari 370-an calon di 112 desa yang menggelar Pilkades itu adalah H Sajudin Alisyahbana, yang saat mendaftar calon kades tercatat masih aktif sebagai Camat Muara Lakitan Kabupaten Musirawas (sekarang sudah pensiun per 1 April 2021). Dia nyalon kades didaerah asalnya, Desa Semeteh Kecamatan Muara Lakitan.

Setelah pelaksanaan pilkades, hasil perolehan suara yang didapat H Sajudin Alisahbana sungguh diluar dugaan. Dari tiga calon kades di Desa Semeteh Kecamatan Muara Lakitan, dia kalah telak, hanya mendapatkan 42 suara.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Sripoku.com dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Musirawas, calon kades yang meraih suara terbanyak di pilkades Desa Semeteh adalah Surya Suryono dengan perolehan 626 suara.

Sementara calon kades lainnya, Armansyah yang juga merupakan calon petahana di desa setempat berada di posisi kedua perolehan suara dengan raihan sebanyak 475 suara. Jumlah pemilih di Desa Semeteh sebanyak 1.266 jiwa. Yang tidak memilih sebanyak 146 dan sura tidak sah 10 suara.

Terkait dengan hasil pilkades ini, H Sajudin Alisyahbana mengaku legowo dan berlapang dada. Secara tersirat ia mengungkapkan, manusia boleh saja berikhtiar, namun takdir tuhanlah yang menentukan.

"Kita dapat suara paling sedikit, meskipun usaha sudah maksimal. Aku bersyukur secara pribadi, pilkades khususnya di Desa Semeteh, berlangsung aman, damai dan kondisif. Bagiku kalah menang bukanlah tujuan, yang penting aman, damai dan kondusif masyarakat penuh kekeluargaan," kata H Sajudin Alisyahbana saat dikonfirmasi Sripoku.com, Jumat (9/4/2021).

Dia juga mengatakan tidak berkecil hati dengan hasil pilkades yang diluar dugaan tersebut. Sebab menurutnya, semuanya sudah ditentukan oleh Allah SWT. "Kita terima apa adanya. Jangan mudah kecil hati, jangan saling salahkan antar keluarga. Sekarang setelah pilkades tidak ada lagi yang namanya nomor 1, 2 atau 3. Sekarang kita bersatu kembali. Bagi yang menang ya harus bersyukur dan yang belum beruntung ya harus diterima dengan ikhlas dan juga syukur. Mungkin kedepan ada tempat pengabdian yang lebih baik," katanya.

Dituturkan, pasca pemilihan, setelah shalat ashar dia langsung silaturahmi ke rumah Suryono, calon yang meraih suara terbanyak. Kepada Suryono dia menyampaikan selamat atas perolehan suara terbanyak. Selain itu dia juga menyampaikan kepada para pendukung Suryono yang ada ditempat itu agar jangan terlalu eforia bergembira yang dapat memancing suasana yang tidak mengenakkan. "Saya sampaikan, sambutlah kemenangan dengan rasa syukur, jangan sampai timbul masalah baru karena pilkades sudah selesai, dan bisa sampai ke hari pelantikan dalam suasana damai. Hendaklah kedepannya memimpin dengan amanah dan adil memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Dilanjutkan, setelah mengunjungi Suryono, menjelang maghrib di juga mengunjungi kandidat lainnya, yaitu Armansyah yang merupakan calon petahana dan memperoleh suara terbanyak kedua di Pilkades Desa Semeteh. Ditempat Armansyah, dia kemudian shalat maghrib lalu berbuka puasa karena dia sedang melaksanakan puasa sunat hari Kamis.

"Saya ngobrol sama Arman, dem kitek harus same ikhlas (sudahlah kita harus terima dengan ikhlas-red). Syukur karena pilkadesnya aman dan damai. Kalah dan menang sudah ditentukan tuhan. Dan kita harus siap dukung yang menang," katanya.

"Aku sampaikan dengan Arman, aku saja selama ini camat dan banyak keluarga di dusun, baik dari pihak aku maupun dari pihak isteri aku, tapi dapat suara paling sedikit. Kalau mau bicara enak tidak enak ataupun malu, maka malulah aku ini. Tapi aku ikhlas dan legowo karena sudah ditentukan Allah dan Allah pilih yang terbaik, meskipun kita sudah berbuat maksimal," katanya.

Selain itu, semalam dia juga menyambangi beberapa kelompok masyarakat yang tengah berkumpul di desanya, dan menenangkan masyarakat agar jangan terpancing dengan berbagai omongan yang berpotensi menimbulkan suasana yang tidak enak didengar. "Kepada masyarakat saya sampaikan, pilkades sudah selesai. Kedepan kita kembali bersatu padu, tidak ada lagi 1,2 dan 3. Juga saya sampaikan, apa yang sudah saya berikan selama pilkades, aku ikhlaskan tidak ada rasa kesal. Inilah indahnya berdemokrasi yang santun dan cerdas," ujarnya.

Ditambahkannya, banyak sekali hikmah yang bisa dia petik selama prosesi pilkades ini. Antara lain, bisa menjalin silaturahmi ke masyarakat, keluarga dengan berkunjung dari rumah ke rumah. Sehingga bisa tau kondisinya secara langsung. "Para calon inikan berkunjung langsung ke rumah-rumah masyarakat, sanak keluarga, sehingga bisa tau isi dalam rumahnya. Dan juga kesempatan untuk berbagi, ya berbagi kesenangan, kesedihan dan lainnya. Inilah bumbunya denokrasi, dengan rekayasa dan retorika," pungkasnya. (ahmad farozi)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved