Berita Viral
Demi Konten, Seorang Ibu Nekat Bergaya Makan Dengan Cara Mesum, Tapi Ngaku Hoax Saat Jadi Viral
Sang ibu yang berprofesi sebagai dosen keguruan ini membuat konten makan dengan gaya menggoda buat mengundangkan penonton.
TRIBUNSUMSEL.COM - Terlalu menghamba pada konten yang menjurus pada unsur dewasa, seorang ibu harus kena hujatan di media sosial.
Setelah berkali-kali mengingatkan, pihak keluarga angkat tangan sambil meminta pengguna lain untuk melaporkan konten ibu itu.
Sang ibu nekat membuat konten makan dengan gaya menggoda buat mengundangkan penonton.
Celakanya, sang ibu senang dengan tanggapan pikiran kotor beberapa pengguna yang membanjiri kolom komentarnya.
Lantaran kontennya mengundang komentar lelaki hidung belang yang berkomentar mesum.
Demikian seorang warganet bernama @bayigembul membagikan untaian mengenai konten makan bergaya mesum sang ibu, Kamis (8/4/2021) malam.
Selain di kanal YouTube, sang ibu yang bernama Errina Setiawati ini membagikan konten mukbang dengan nada menjurus mesum itu di akun TikTok-nya bernama sama.
Pada utas di bawahnya, pengguna itu menerima klarifikasi dari salah seorang anggota keluarga ibu itu.
"Dia ga minta thread (utas) ini untuk di-takedown (dihapus). Cuma minta report aja akunnya sampai ke-ban (dilarang) kalau kalian merasa terganggu," tulis @bayigembul.
Si pengguna mengunggah tangkapan layar percakapan dirinya dengan anggota keluarga ibu ini.
"Intinya keluarga udah lepas tangan, soalnya ga bisa dibilangin dia orangnya. Tapi yang jelas kami sebagai keluarga tidak membenarkan perilakunya," ungkap salah-seorang anggota keluarga ibu itu.
"Intinya mewakili keluarga, (kami) mohon maaf kalo konten dia meresahkan, kalau kalian ga suka, report aja biar akun dia ke-ban. Karena kalo pake cara nasehatin ga bisa," pungkasnya.
Tak pelak, banyak warganet yang melaporkan akun ibu itu agar dilarang, tetapi tampaknya sang ibu tak menyerah.
Pasalnya sang ibu balik tudingan itu palsu sebagai menyatakan unggahan pengguna Twitter perihal klarifikasi salah-seorang anggota keluarganya sebagai hoax.