Rotary Gelar Gerakan Ayo Cegah Stunting di Indonesia

Rotary Indonesia District 3410 menggelar Gerakan Ayo Cegah Stunting yang dimulai dari Juni 2020 lalu hingga akhir Juni 2021 ini.

Editor: Moch Krisna
IST
Rotary Indonesia District 3410 menggelar Gerakan Ayo Cegah Stunting 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Rotary Indonesia District 3410 menggelar Gerakan Ayo Cegah Stunting yang dimulai dari Juni 2020 lalu hingga akhir Juni 2021 ini.

Stunting merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang terjadi pada anak akibat kurangnya azupan gizi dalam jangan waktu panjang sehingga mengakibatkan anak memiliki perawakan pendek dengan risiko kerusakan sel otak yang tinggi.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh WHO di tahun 2019, Indonesia sendiri menduduki urutan ke-empat dengan angka stunting tertinggi di dunia.

Menanggapi hal tersebut, Rotary Indonesia dengan Gerakan Ayo Cegah Stuntingnya bertekad untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahayanya kekurangan gizi pada anak.

“Kami berharap dengan adanya Gerakan Ayo Cegah Stunting ini, masyarakat Indonesia dapat lebih memahami dan mampu mendeteksi secara dini perkembangan gizi anaknya masing-masing serta menerapkan perilaku hidup bersih sehat dengan gizi seimbang” ujar District Governor D3410 Roziana Wiguna saat menjelaskan tujuan awal dari Gerakan Ayo Cegah Stunting ini.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Tahun 2019 sebanyak 6,3 juta balita dari populasi 23 juta atau 27,7 persen balita di Indonesia mengalami gizi kurang dan gizi buruk hingga terindikasi stunting.

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kekurangan akses pangan bergizi, ketidaktahuan mengenai gizi, hingga kurangnya akses air bersih, sanitasi, dan perilaku hidup bersih sehat.

Azupan gizi seimbang berperan penting dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Seperti penjelasan Prof Dr. Anna Alihsyahbana, pendiri F2H serta pakar stunting kenamaan di Indonesia, “Rotary turut mendukung program pemerintah untuk mencegah stunting.

Rotary Indonesia District 3410 menggelar Gerakan Ayo Cegah Stunting
Rotary Indonesia District 3410 menggelar Gerakan Ayo Cegah Stunting (ISt)

Gerakan Ayo Cegah Stunting menerapkan edukasi bottom-up, yaitu dimulai dari keluarga, merupakan tahap dasar yang dapat mendukung upaya keluarga dalam memastikan anak mendapatkan nutrisi yang seimbang. Intervensi gizi seimbang sangat penting pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu dimulai saat ibu hamil sampai anak berusia 2 tahun”

Sebagai awal dari Gerakan Ayo Cegah Stunting ini, Rotary Indonesia bekerja sama dengan Frontiers for Health (F2H) dari Yayasan Cakrawala Kesehatan dengan melakukan pilot project stunting di empat kecamatan sekitar Bogor, yaitu Parung, Ciawi, Cijeruk, Caringin di akhir Agustus 2020 dengan melatih 9 konselor yang melakukan penyuluhan secara langsung ke rumah-rumah penduduk dan menargetkan minimum 100 keluarga.

Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat, khususnya keluarga rentan stunting mengenai pentingnya gizi selama kehamilan sampai usia anak 2 tahun (1000 Hari Pertama Kehamilan).

Dan juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua balita akan pentingnya memperhatikan status gizi dari tinggi badan dan berat badan anak.

Dari hasil pilot project yang dilakukan, ditemukan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan yang sangat minim mengenai stunting serta gizi seimbang.

“Hasil dari pilot project yang kami, Rotary dan F2H lakukan benar-benar memberikan semangat kepada kami untuk terus memberikan edukasi yang lebih intens dan terarah kepada masyarakat khususnya yang rentan stunting , bahwa perlunya pemahaman akan pentingnya gizi seimbang khususnya pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan.”, kata Ketua Gerakan Ayo Cegah Stunting Fi Njan Susanto.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved