Breaking News:

Demo Ratusan Karyawan JSC Tuntut Gaji

Gubernur Sumsel Tanggapi Tuntutan Gaji Karyawan Jakabaring Sport City

Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru menanggapi tuntutan Ratusan pekerja PT JSC melakukan aksi mogok kerja karena belum digaji 10 Bulan.

TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA
Gubernur Sumsel Herman Deru menanggapi tuntutan Ratusan pekerja PT JSC melakukan aksi mogok kerja di depan kompleks Jakabaring Sport City (JSC) pada Kamis (7/4/2021).Aksi itu dilakukan karena mereka menuntut gaji 10 Bulan yang belum dibayarkan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Ratusan pekerja PT JSC melakukan aksi mogok kerja di depan kompleks Jakabaring Sport City (JSC) pada Kamis (7/4/2021).

Aksi tersebut dilakukan karena 10 bulan gaji tak dibayar oleh manajemen.

Menurut Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, persoalan tunggakan gaji pekerja PT JSC merupakan kejadian yang telah lama terjadi.

"Itu kejadian 2019. Itu bukan kejadian baru. Waktu itu sedang audit keuangan pasca Asian Games. Mungkin manajemen belum siap,saya bukan mewakili manajemen, setelah 2019 sudah clear," katanya, Kamis (8/4/2021).

Jika memang memiliki membayar tunggakan gaji pekerja, Deru menginstruksikan pihak manajemen perusahaan untuk segera membayarkan kewajibannya.

"Nanti kalau memang ada terutang saya perintahkan bayar," ujar Deru.

Baca juga: Didemo Ratusan Karyawan, Dirut JSC Akui Tidak Ada Uang Lagi Pasca Asian Games 2018

Sebelumnya diberitakan sebanyak 195 karyawan PT. Jakabaring Sport City (JSC) mengadakan aksi demo karena belum terima gaji sejak Juni 2019 sampai Maret 2020.

Mereka meminta agar manajemen pengelola JSC membayarkan gaji mereka.

Dari pantuan Tribunsumsel di lapangan terlihat para pendemo berdiri di depan pintu masuk JSC sambil berteriak agar pihak JSC mendengarkan aksi mereka.

Dalam tuntannya mereka meminta pihak JSC agar membayarkan upah mereka yang belum di bayar kurang lebih sebesar Rp 9 miliar.

"Minta agar upah kami segera di bayar," ujar pendemo, Kamis (8/4/2021).

Sementara itu kapolsek Seberang Ulu I Kompol Farizon membenarkan aksi demo tersebut.

"Aksi demo ini harus tetap mengikuti protokol kesehatan, para pendemo wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan terus mencuci tangan," katanya.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved