Breaking News:

Sekali Panen Putra Bisa Hasilkan 3 Ton Ikan Air tawar

Alhamdulillah lahan yang selama ini dipakai untuk tanam padi hujan, sudah berhasil disulap jadi lahan tambak yang bernama budidaya ikan air tawar.

TRIBUN SUMSEL/IKA ANGGRAENI
Putra Zaman, pemuda Desa Tanjung Agung yang sukses merintis usaha budidaya ikan air tawar. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Putra Zaman warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim sukses mengelola usaha budidaya ikan air tawar, sekali panen, Putra bisa menghasilkan sekitar 3 Ton ikan.

Saat ditemui disela-sela kesibukannya,Jumat,(11/3/2021) Putra menceritakan kisahnya saat merintis usaha budidaya ikan air tawar ini.

Seperti yang dikatakan olehnya bahwa sebelum merintis usaha ini,dirinya sempat memberanikan diri untuk pergi merantau jauh melintasi pulau, dan memutuskan hidup jauh dari orang tua, keluarga dan teman-teman sebaya di kampung halaman. Di usia muda, kala itu, puluhan tahun lalu, Putra Zaman nekat mengadu nasib di Tangerang, Jawa Barat.

"Saya memutuskan merantau karena saat itu seperti tidak ada arah hidup untuk masa depan. Maka jalan satu-satunya meninggalkan tanah kelahiran, dengan menjajaki segala macam profesi asalkan halal, dan terakhir menjadi pegawai di sebuah kantor leasing," katanya.

Di perantauan, lanjutnya dirinya bersama keluarga kecilnya pun pernah merasakan hidup dengan ekonomi pas-pasan. Nomaden alias berpindah-pindah tempat kontrakan dengan kesulitan ekonomi yang ia hadapi.

Namun dengan penuh ketegaran, pria yang kini berusia 38 tahun ini tetap mensyukuri atas karunia yang telah diberikan Tuhan selama ini.

"Tahun 2013, merupakan titik awal bagi saya membangun dan menata lagi kehidupan dan saya tekatkan meraih masa depan yang lebih baik lagi bagi kami sekeluarga. Delapan tahun lalu, pada saat pulang kampung, tersirat dipikiran ini untuk membanting setir beralih profesi dan berharap kehidupan ekonomi lebih baik. Melihat potensi lahan milik orang tua yang tidak terpakai muncul keinginan dan memikirkan peluang apa yang bisa digarap. Tidak lama, munculah pemikiran budidaya ikan dilahan seluas 1 hektare bisa diberdayakan menjadi tambak untuk pembesaran ikan," katanya.

Selain didukung lahan yang cukup luas, lanjutnya di Tanjung Agung masih minim pelaku usaha budidaya ikan dan cukup melimpah sumber air yang didapat dari aliran sungai Enim serta mendapat dukungan dari rekan-rekan yang dulu menjadi teman bermain di usia anak-anak.

"Keinginan untuk membangun tanah kelahiran dengan budidaya ikan tawar juga menjadi semakin kuat lantaran ingin mengabdikan diri kepada orang tua saya yang kini sudah usia lanjut. Mengawali usaha ini, kami mengubah lahan yang ditanami padi menjadi tambak ikan merupakan tahapan yang cukup berat,"katanya.

Apalagi lanjutnya dengan alat seadanya dan keterbatasan dana bisa dilewati dengan harapan lahan bisa segera diisi benih ikan tawar jenis lele, gurami, bawal, mas dan patin.

Halaman
12
Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved