Breaking News:

Berita Prabumulih

Dewan Minta Dinas Terkait Turun Atasi Prabumulih Langka Tabung Gas Melon

Makin langka dan mahalnya harga tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram atau tabung melon hingga tembus harga Rp 30 ribu, ditanggapi serius DPRD

TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Ketua DPRD Prabumulih, H Sutarno SE 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Makin langka dan mahalnya harga tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram atau tabung melon hingga tembus harga Rp 30 ribu, ditanggapi serius oleh ketua DPRD Prabumulih.

Ketua DPRD Prabumulih, H Sutarno SE didampingi Wakil Ketua, H Ahmad Palo SE meminta dinas terkait agar turun ke lapangan menelusuri apa penyebab kangkanya tabung gas ukuran 3 kilogram.

"Dinas terkait harus menelusuri apa penyebab kelangkaan gas dan membuat harga tinggi, apakah karena suplai dari pertamina memang sedikit, kuota dibatasi atau memang ada oknum distributor gas bermain," tegas Sutarno ketika diwawancarai sejumlah wartawan, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Kejari Prabumulih Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Modal Kerja

Sutarno menuturkan, tim harus menelusuri apa penyabab langka dan mahal gas sehingga masyarakat kota Prabumulih tidak kesusahan apalagi masih banyak masyarakat menggunakan tabung gas.

"Permasalahan ini tidak akan diketahui jika kita tidak turun lapangan, untuk itu kami desak instansi terkait dalam hal ini dinas perdagangan agar memantau apa penyebabnya," jelasnya.

Lebih lanjut politisi partai Golkar ini megaku memang kota Prabumulih hampir seluruh mayarakat telah menggunakan gas kota ke rumah-rumah namun para pedagang banyak menggunakan tabung gas.

"Masih banyak masyarakat kita memerlukan tabung gas, kalau memang dari pertamina kuota dikurangi maka kita akan minta agar dilakukan penambahan atau minimal tidak dikurangi," tuturnya.

Baca juga: Kejari Prabumulih Selidiki Dugaan Korupsi di Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo menambahkan agar jelang ramadan harus segera dilakukan operasi pasar oleh Disperindag berkaitan dengan kekurangan gas yang sekarang dikeluhkan masyarakat dan harga-harga mulai mengalami peningkatan.

"Tidak hanya berkaitan dengan gas melon yang kekurangan, akan tetapi menghadapi 1 minggu lagi kita akan melaksanakan bulan suci ramadan tentu kita berharap bahwa harga sembako stabil," ujarnya.

Untuk diketahui, sejak beberapa waktu lalu tabung gas kota ukuran 3 kilogram atau tabung melon langka di kota Prabumulih. Tidak hanya langka, tabung gas bahkan mengalami kenaikan drastis, dimana sebelumnya Rp 23 ribu per tabung kini naik menjadi Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per tabung.

Kondisi itu membuat masyarakat mengeluh karena susah untuk memasak dan bagi para pedagang tidak bisa berjualan.

"Susah kami sudah kemana-mana mencari namun tidak ada, harga mahal tidak apa kalau ada, ini malah mahal dan tidak ada," kata Sri, satu diantara warga Kelurahan Gunung Ibul ketika dibincangi. 

Penulis: Edison
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved