Breaking News:

Breaking News: Harga Karet di Sumsel Terus Turun, Kini Harga Karet Kering 100 Persen Rp 20.200

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen masih terus mengalami penurunan.

tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi Indeks Harga Karet 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen masih terus mengalami penurunan.

"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 14 per kg dibandingkan indikasi karet hari Kamis 1 April untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Senin (5/4/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 1 April 2021 Rp 20.214 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Senin (5/4/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 20.200 per kg, artinya ada penurunan Rp 14 per kg dibandingkan harga hari Kamis.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 14.140 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.120 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.100 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.080 per kg.

Menurut Rudi penurunan terjadi karena
sentimen pasar masih negatif. Yang disebabkan beberapa hal seperti meningkatnya kasus Covid-19 dan banyaknya negara yang lockdown di Eropa masih membayangi pertumbuhan ekonomi di negara ini.

Lalu akibat dari melemahnya perkiraan pertumbuhan global mempengaruhi penurunan harga minyak mentah (minyak mentah Brent saat ini diperdagangkan USD 62 per barrel dan menurun disbanding minggu pertama Maret yang mencapai USD 71).

Kemudian melemahnya pasar Shanghai juga diikuti dengan turunnya harga kontrak bulan Juni 2021 di bursa SICOM, yang turun 3.7 USD mencapai 170,6 per 100 kg pada pukul 9.20 pagi ini.

"Sentimen negatif tersebut masih tertahan dengan adanya musim gugur normal dan penyakit gugur daun yang masih membayangi sebagian negara produsen karet termasuk Indonesia," katanya.

Halaman
12
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved