Breaking News:

Berita Palembang

Melihat Paskah di Palembang, Ada Panser Anoa Dekat Pintu Masuk Gereja

Pelaksanaan Perayaan Paskah di sejumlah Gereja Palembang berlangsung lancar. Pangamanan berlapis, ada panser anoa yang dikerahkan dan anjing pelacak.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Pengamanan Paskah di Gereja Santo Yoseph Palembang. Selain petugas juga ada panser anoa yang dikerahkan, untuk pengamanan juga dikerahkan Jihandak serta anjing pelacak dari K9. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Perayaan Paskah di Gereja Santo Yoseph Palembang, dijaga ketat aparat gabungan baik dari TNI dan Polri, Minggu (4/4/2021). Setidaknya, ada sekitar 200 lebih jemaat  secara langsung  melaksanakan Misa.

Sebelum masuk ke dalam komplek gereja, setiap barang bawaan jemaat diperiksa petugas. Satu persatu, barang bawan jemaat  dilakukan pemeriksaan.

Petugas juga memeriksa  tas yang dibawa jemaat. Isi yang ada di dalam tas jemaat, dikeluarkan untuk diperiksa.

Setelah memeriksa bawaan jemaat, petugas gereja juga melakukan pengecekan mengecek suhu tubuh.

Baca juga: Umat Dibatasi Kehadirannya, Paskah di Palembang Aman

Selain itu, jemaat juga diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan baru diperbolehkan masuk ke dalam komplek gereja.

Dari pantauan, terlihat aparat gabungan TNI Polri senjata lengkap  melakukan pengamanan di gerbang masuk gereja.

Tak hanya petugas bersenjata lengkap, panser Anoa milik TNI pun juga disiagakan di dekat pintu masuk gereja.

"Untuk keamanan, kami di backup TNI Polri, Pemuda Batak Bersatu, Satpol PP, Ansor dan relawan lainnya yang sudah berada di gereja sejak Kamis lalu," kata pengurus Gereja Santo Yoseph Sujadiyanto.

Pengamanan ini sudah dilakukan sejak Kamis lalu.

Baca juga: Polda Sumatera Selatan dan Kodam II/ Sriwijaya Siap Amankan Gereja Jelang Perayaan Paskah 2021 

Tak hanya aparat gabungan dan juga panser anoa yang dikerahkan, untuk pengamanan juga dikerahkan Jihandak serta anjing pelacak dari K9.

Memang, untuk tahun ini berbeda dari  tahun-tahun sebelumnya. Karena masih pandemi Covid19,  banyak jemaat yang tidak bisa hadir langsung. Sehingga memutuskan mengikuti Misa melalui virtual. 

Sehingga Misa dilakukan secara tatap muka dan live streaming.

"Biasanya ada acara anak-anak.  Karena masih pandemi, sehingga acara ini ditiadakan. Termasuk  pembagaian telur paskah ke anak-anak juga tidak dilaksanakan," pungkasnya

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved