Breaking News:

Berita Prabumulih

Kejari Prabumulih Sita Rp 327 Juta dari Bank BUMN, Dugaan Korupsi Kredit Modal Kerja

Kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal kerja Kontruksi Withdrawall Approval (KMKWA) oleh Bank BUMN di Prabumulih, terus berlanjut.

ISTIMEWA
Kasi Pidsus Kejari Prabumulih Wan Susilo SH MH ketika menerima uang sitaan dari pegawai bank BUMN di Prabumulih 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison  Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal kerja Kontruksi Withdrawall Approval (KMKWA) yang diberikan salah satu Bank BUMN di Prabumulih, terus berlanjut.

Kejaksaan Negeri Prabumulih melalui Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) dipimpin Kasi Pidsus Wan Susilo SH MH kembali menggeledah salah satu Bank Milik Negara (BUMN) di kota Prabumulih dan mengamankan dokumen serta uang senilai Rp 327 juta.

Uang senilai Rp 327 juta tersebut disita diduga terkait kasus bantuan kredit modal kerja PT KDI pada tahun 2017-2019 yang diberikan salah satu bank BUMN di Prabumulih.

Penyitaan dilakukan tim penyidik Pidsus Kajari Prabumulih pada Senin (29/3/2021) lalu.

Baca juga: Dukung Sekolah Tatap Muka, Pemkot Prabumulih Vaksin Guru-guru SMP dan SMA

Bahkan selain menyita uang, tim penyidik telah mengantongi nama-nama tersangka baik dari pihak perbankkan dan pihak perusahan penerima kredit.

"Kita lakukan penggeledahan lagi untuk mencari bukti tambahan, hasil penggeledahan ditemukan pelanggaran prosedur dalam proses pengajuan dan pencairan yang tidak sesuai pedoman pelaksanaan kredit," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Topik Gunawan SH MH melalui Kasi Pidsus Wan Susilo SH MH ketika dikonfirmasi, Rabu (31/3/2021).

Wan mengaku pihaknya juga melakukan penyitaan uang sebesar Rp 300 juta dan sejumlah dokumen lainnya dari bank BUMN tersebut.

"Jadi pihak bank berikan pinjaman dan gagal stor, total pinjaman kreditnya sebesar Rp 5,8 miliar dan gagal bayarkan," tuturnya.

Disinggung mengenai apakah sudah ditetapkan tersangka dalam kasus itu, Kasi Pidsus mengaku tersangka sudah ada dan kemungkinan dalam waktu dekat akan dilakukan realis.

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved