Breaking News:

Berita Palembang

Gubernur Sumsel Minta Bulog Perhatian Terhadap Petani

Gubernur Sumsel H Herman Deru meminta kepada Perum Bulog Divre Sumsel dan Babel untuk menyerap beras petani sebanyak 50 Ribu ton.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA
Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan pertemuan dengan Divre Bulog Sumsel dan Babel di ruang rapat Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumsel H Herman Deru meminta kepada Perum Bulog Divre Sumsel dan Babel untuk menyerap beras petani sebanyak 50 Ribu ton, sehingga dengan itu harga beras dan gabah ditingkat petani akan normal.

"Kami meminta kepada bulog untuk menyerap sebanyak 50 ribu ton beras petani paling tidak, sesuai dengan kebutuhan dari Bulog itu sendiri,"kata Deru saat melakukan pertemuan dengan divre Bulog Sumsel dan Babel di ruang rapat kantor gubernur Sumsel, Rabu (31/3).

Deru juga meminta kepada Bulog lebih sensitif terhadap harga pasar sehingga harga gabah dan beras di tingkat petani akan stabil.

"Daerah-daerah seperti OKU raya, Banyuasin, Muba,OKI, Oi Musi raya dan lainnya untuk lebih diperhatikan lebih dalam melakukan penyerapan gabah dan beras,"kata Deru.

Baca juga: Penjagaan di Polrestabes Palembang Diperketat, Sistem Alarm Digunakan

Rendahnya harga jual ini diyakini dampak dari panen yang serentak dilakukan di wilayah Sumsel. Untuk itu, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta kepada Bulog agar semaksimal mungkin melakukan penyerapan beras milik petani.

“Saya memanggil Bulog, DPRD dan semua pihak terkait dengan pangan di Sumsel. Saya sudah menginstruksikan kepada Bulog untuk lebih sensitif dengan pasar. Ada guncangan di tengah petani bahwa harga jual dibawah HPP. Ini ada unsur paniknya juga,”kata dia.

Ia menjelaskan, saat ini produksi beras di Sumsel sedang meningkat.

Bahkan di tahun lalu, produksi di Sumsel tercatat 2,7 juta ton GKG.

“Kita berterima kasih kepada petani karena sudah memaksimalkan produksi beras di Sumsel. Tapi memang untuk bisa mengatur harga jual, harus ada strategi. Diantaranya, jadwal panen dan waktu penjualan oleh petani harus diatur,” jelasnya.

Herman menginformasikan bahwa Bulog Sumsel Babel sudah menyerap beras dan gabah petani sejak Januari 2021 lalu. Ia mengatakan, ada banyak daerah yang sudah melakukan panen sejak awal tahun, dan Bulog sudah melakukan penyerapan lebih awal.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved