Breaking News:

IMA Chapter Webinar Series: Meningkatkan Daya Saing UKM di 2021

Marketing Association (IMA) menyelenggarakan Webinar Series mengenai Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan dihadiri oleh 750 peserta, Senin (29/3/2021).

DOKUMENTASI IMA
Meningkatkan daya saing UMKM : Menteri Koperasi dan UKM Drs. Teten Masduki (kiri) membuka IMA Chapter Webinar Series yang diselengggarakan oleh Indonesia Marketing Association (IMA). Webinar ini berupaya untuk memberikan wawasan dan cara terbaik dalam meningkatkan daya saing UMKM, terutama dalam masa pandemi saat ini. Webinar ini dihadiri 750 peserta dari Aceh sampai Papua, dengan menampilkan para pembicara yang pakar di bidangnya, Didik B. Santoso sebagai Direktur Utama PT Metranet dan Hendy Setiono sebagai Founder and Group Chief Executive Officer (CEO) of Baba Rafi Enterprise. 

UKM adalah fondasi ekonomi Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai 64 juta. Angka tersebut mencapai 99,9% dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia. Dengan daya serap tenaga kerja mencapai sebanyak 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha, menjadikan UKM memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan perekonomian Indonesia.

Dengan banyaknya jumlah UKM, maka dibutuhkan ide yang inovatif dan kreatif dengan menerapkan konsep pemasaran dari setiap pelaku UKM, agar memiliki daya saing yang sehat sehingga dapat mendorong pertumbuhan UKM dan daya beli masyarakat.

Dalam opening speechnya, President IMA Suparno Djasmin mengatakan : “Webinar ini adalah upaya kongkrit IMA untuk tetap aktif dalam berkontribusi bagi Indonesia yang lebih baik, terutama dalam mendukung UKM pada momentum recovery dari Covid-19 ini untuk beradaptasi, siap bersaing dan juga mengawal fokus IMA, antara lain Mengembangkan organisasi agar IMA semakin dikenal, aktif dan inklusif, meningkatkan jumlah sertifikasi Certified Professional Marketer agar kualitas dan image IMA semakin baik, serta membangun partnership dan komunikasi secara aktif dengan beragam elemen, yaitu: Government, Entrepreneur, Professional dan Akademisi.”

Pilar IMA dan Konsep Pemasaran UKM

Pada kesempatan yang sama juga, Suparno meyakini konsep 4C (Change, Customer, Competitor, Company) yang diajarkan oleh Hermawan Kartajaya selaku Honorary Founding Chairman of IMA dapat diterapkan di seluruh pilar IMA, antara lain:

1. Change
Pandemi ini memaksa setiap individu untuk beradaptasi dan memanfaatkan teknologi. UMKM perlu masuk ke ekosistem digital dengan memasarkan produknya di platform digital seperti e-commerce. Dari 64 juta UMKM yang ada, ternyata 19% atau 12 juta UMKM yang telah ada dalam platform digital menurut Kementerian UKM di tahun 2021.

2. Customer
Pandemi juga telah merubah perilaku konsumen yang dulunya offline, kini semua serba online. Konsumen lebih memilih berbelanja online karena dianggap mengurangi risiko penularan virus, dan dinilai lebih efisien serta cepat.

3. Competitor
Dengan perkembangan teknologi ini dan perbaikan logistic dan kemajuan e-dagang, competitor kini tidak hanya dari domestik, namun dari luar negeri yang sangat ingin memenangkan persaingan di pasar Indonesia. Kondisi inilah yang menuntut individu untuk dapat mengembangkan merek dan legalitas usahanya agar membedakan kita dengan pemain dari luar dan baru, serta menghindari pelaku usaha terjebak dalam “price-war”.

4. Company
UKM perlu Go Digital dan adanya perbaikan sumber daya manusia

Dalam webinar ini juga dihadirkan 2 insan muda yang ikut memberikan ilmu , yaitu Didik B. Santoso sebagai Direktur Utama PT Metranet dan Hendy Setiono sebagai Founder and Group Chief Executive Officer (CEO) of Baba Rafi Enterprise.

Halaman
123
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved