Breaking News:

Harga Cabai Catat Rekor Tertinggi, Petani di Mojokerto Petik Untung Besar Belikan Mobil untuk Anak

Petani cabai di Desa Pucuk, Mojokerto, Jawa Timur, mendapatkan keuntungan berlipat dari naiknya harga cabai yang saat ini catat rekor tertinggi.

SRIPOKU/Reigan
Cabai Setan : Petani cabai di Desa Pucuk, Mojokerto, Jawa Timur, mendapatkan keuntungan berlipat dari naiknya harga cabai. Harga cabai saat ini dikatakannya, berada pada rekor tertinggi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MOJOKERTO-Petani cabai di Desa Pucuk, Mojokerto, Jawa Timur, mendapatkan keuntungan berlipat dari naiknya harga cabai.

Harga cabai saat ini dikatakannya, berada pada rekor tertinggi.

Harga cabai sudah naik sejak awal tahun 2021.

Harga cabai di tingkat petani yang sebelumnya Rp 50.000 per kg naik mencapai Rp 95.000 per kg pada Februari.

Listyono, Petani cabai di Desa Pucuk, Mojokerto, mengaku hasil lahannya mampu membuatnya membeli mobil bekas untuk anaknya.

Dilaporkan Kompas.com, Selasa (30/03/2021), Listyono membeli mobil Avanza dengan harga Rp 145 juta satu bulan yang lalu.

Baca juga: Harga Cabai Setan Tembus Rp 150 Ribu per KG, Ini Siasat Pedagang Agar Cabai Tak Rusak

Dia juga mulai menabung hasil panen cabai untuk menyambut lebaran Idul Fitri 2021 mendatang.

"Saya tak menyangka dapat membeli mobil dari hasil panen cabai," ujarnya pada Minggu (28/03/2021).

Menurut petani yang sudah memiliki pengalaman selama 18 tahun ini, harga cabai rawit di tahun 2021 menjadi yang paling mahal dan diprediksi bertahan lama.

Tak hanya Listyono yang kecipratan dari kenaikan harga cabai tersebut.

Nanang Sudarmawan, Kepala Desa Pucuk mengatakan, para petani mampu membeli motor, mobil, bahkan membangun rumah dari jual cabai rawit.

"Setahu saya ada sekitar 30-50 motor. Paling banyak Scoopy, PCX, dan dua mobil," jelas Nanang. Para petani membeli kendaraan baru sejak awal Maret 2021.

Harga cabai di tingkat petani dari Rp 50.000 per kg naik mencapai Rp 95.000 per kg pada Februari.
Terlebih pasokan cabai di Dawarblandong dinilai banyak.

"Sekali panen memperoleh 2 sampai 3 kwintal, itu setiap seminggu sekali kalau dikalikan sekitar Rp 24 juta dan bisa sampai 10-12 kali panen," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di kompas.tv

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved