Breaking News:

Berita Prabumulih

Dukung Sekolah Tatap Muka, Pemkot Prabumulih Vaksin Guru-guru SMP dan SMA

Pemberian vaksin dimulai sejak sekitar pukul 08.00 terhadap para guru dan per hari ditargetkan sebanyak 60 guru diberikan vaksin.

tribun sumsel/edison
Salah seorang guru di Kota Prabumulih ketika mendapatkan vaksin virus corona di RSUD Prabumulih, Selasa (30/3/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Keinginan para guru di kota Prabumulih untuk mendapatkan vaksin menjelang rencana belajar tatap muka pada Juli mendatang sesuai intruksi Menteri Pendidikan, langsung direspon cepat oleh Pemerintah Kota Prabumulih.

Pemerintah kota Prabumulih melalui Dinas Kesehatan langsung melakukan vaksin terhadap sejak Senin (29/3/2021) langsung memberikan vaksin kepada para guru tingkat SMA dan SMP di kota Prabumulih.

Pemberian vaksin yang dilakukan untuk sekitar 300 orang guru tersebut dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih.

Pantauan Tribunsumsel.com, pemberian vaksin dimulai sejak sekitar pukul 08.00 terhadap para guru dan per hari ditargetkan sebanyak 60 guru diberikan vaksin.

Dalam pemberian vaksin tidak seluruh guru bisa lantaran mengalami kendala gangguan kesehatan seperti tensi tinggi, adanya penyakit dan lainnya.

"Pemberian vaksin telah kita lakukan dua hari ini, vaksin untuk guru khusus guru SMA dan SMP. sedangkan untuk SD belum," kata salah satu petugas medis RSUD yang juga vaksinator ketika dibincangi disela memberikan vaksin, pada Selasa (30/3/2021).

Sementara Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya mengungkapkan pihaknya sejak dulu menginginkan sekolah sistem tatap muka dimulai dan dilaksanakan. "Sekolah tatap muka malahan dari dulu kita mau tapi malah itu dianggap salah, bahkan sempat viral," katanya ketika dibincangi di ruang kerjanya.

Ridho menuturkan, virus corona dan hidup dan mati manusia semuanya diciptakan oleh Tuhan namun justru banyak orang tidak percaya dan malah takut. "Dari dulu kita sampaikan takut itu boleh tapi semestinya pelaksanaan belajar mengajar tetap dilakukan namun tetap mematuhi protokol kesehatan, itu maksud saya dulu tapi malah viral. Semua kuasa karena Allah SWT tapi tetap harus patuh protokol kesehatan, sekolah tetap tapi protokol kesehatan harus ketat toh juga belum ada penelitian kalau masuk sekolah semua anak akan kena corona," bebernya.

Baca juga: 2 Desa di Muratara Mulai Dilanda Banjir, BPBD Prediksi Desa Terdampak Akan Bertambah

Baca juga: 22 Hari Operasi Senpi Musi 2021, Polres Ogan Ilir Amankan 5 Pucuk Senpira, Dedi Dores Ikut Ditangkap

Ridho mengaku Pemerintah kota Prabumulih sudah dua kali merencanakan sekolah tatap muka namun banyak pihak belum mengizinkan padahal semua protokol kesehatan sudah disiapkan. "Adanya pernyataan menteri tentu kita sangat setuju sekali, kita sudah sejak lama siapkan protokol kesehatan," terangnya.

Bahkan untuk mendukung sekolah tatap muka Pemkot Prabumulih melakukan pemberian vaksin kepada para guru-guru tingkat SMA dan SMP yang akan lebih dulu memulai pelaksanaan sekolah tatap muka.

"Sebagai dukungan kita untuk sekolah tatap muka, kita berikan vaksin kepada para guru dan telah dimulai secara bertahap," tegas Ridho.

Hal yang sama disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr Happy Tedjo melalui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Izhar SKM MKes kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dinas kesehatan kota Prabumulih langsung merespon keinginan para guru agar diberi vaksin menyambut pelaksanaan sekolah tatap muka pada Juli 2021 mendatang sesuai pernyataan Menteri Pendidikan.

"Untuk para guru langsung kami lakukan pemberian vaksin sesuai intruksi pak Walikota, pemberian vaksin sudah kita mulai, namun sementara belum bisa seluruh tapi bertahap katena banyak sekali data guru. Kita utamakan yang banyak kontak langsung dengan murid, kita mintakan data ke dinas pendidikan mana-mana yang harus didahulukan," tambahnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Edison
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved