Diperiksa Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya, Wabup OI : Saya Tidak Ditanya Soal Dana Hibah

Ardani, Wakil Bupati Ogan Ilir kembali hadir memenuhi panggilan sebagai saksi dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijay

SHINTA
Ardani, Wakil Bupati Ogan Ilir  hadir di gedung Kejati Sumsel untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan masjid raya sriwijaya, Senin (29/3/2021)  

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ardani, Wakil Bupati Ogan Ilir kembali hadir memenuhi panggilan sebagai saksi dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Senin (29/3/2021).

Ditemui setelah pemeriksaan, Ardani mengatakan, kehadirannya di Gedung Kejati Sumsel untuk memberikan keterangan terkait Tupoksinya yang saat pembangunan Masjid Raya Sriwijaya dianggarkan, dirinya menjabat sebagai Kabiro Hukum Pemprov Sumsel. 

"Kita koordinasi hari ini karena waktu itukan saya di Pemprov, jadi ditanya seputar itu saja," ujarnya. 

Menggunakan baju dinas ASN, Ardani tiba di Gedung Kejati Sumsel sekira pukul 11.00 WIB dan baru selesai menjalani pemeriksaan pada pukul 13.12 WIB. 

Secara tegas ia membantah ditanya terkait anggaran pembangunan Masjid Raya Sriwijaya. 

Sebab menurutnya hal itu tidak termasuk dalam tupoksinya sebagai Kabiro Hukum Pemprov Sumsel. 

"Untuk proposal dana hibah saya tidak ditanya soal itu, soalnya memang bukan wewenang saya. Divisi hukum tidak dilibatkan soal membahas aliran dana hibah," ujarnya. 

"Jadi saya kesini cuma ditanya soal gugatan Musawir (pemilik tanah masjid Raya Sriwijaya) saja," ujarnya singkat seraya berjalan menuju mobilnya. 

Seperti diketahui, alokasi dana pembangunan Masjid Sriwijaya menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tahun anggaran 2016 hingga 2017 sebesar Rp.130 miliar.

Dana tersebut, diperuntukkan untuk penimbunan lokasi serta konstruksi beton sampai atap. 

Akan tetapi dalam perjalanannya, penyidik mencium adanya kejanggalan yang terjadi. 

Sebab dalam penilaian fisik bangunan masjid tersebut, penyidik menduga tidak sesuai dengan nilai kontrak.

Sementara hingga saat ini, kondisi pembangunan masjid raya Sriwijaya belum terlihat jelas bentuknya alias terbengkalai. 

Terlihat hanya beberapa tiang beton saja itupun sudah ditumbuhi ilalang yang menjulang di lokasi proyek. 

Atas hal tersebut, penyidik Kejati Sumsel telah menetapkan Eddy Hermanto yang merupakan mantan ketua pembangunan Masjid Sriwijaya dan Dwi Kridayani, Kuasa KSO PT Brantas Abi Praya-PT Yodya Karya sebagai tersangka dalam perkara ini. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved