Breaking News:

PTBA, Bangkitkan Asa Petani Kopi Arabica Dari Semende

Tim CSR dan Humas PTBA,  berkesempatan berbincang dengan penggiat kopi Arabica yang tergabung dalam Kelompok Tani (Koptan) Ruang Napalan, Semende.

PTBA
Tim CSR dan Humas PTBA, berkesempatan berbincang dengan penggiat kopi Arabica yang tergabung dalam Kelompok Tani (Koptan) Ruang Napalan, Semende, Muaraenim. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM,--Perbukitan Barisan dengan ketinggian sekitar 1200 - 1400 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL) ditambah dengan udara yang sejuk dan jalan berliku serta sedikit jalan datar menjadi gambaran wilayah yang ada di hulu Kabupaten Muara Enim yang bernama Semende.

Dataran Semende secara administrasi pemerintahan dibagi dalam tiga kecamatan yakni Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Semende Darat Tengah (SDT), dan Semende Darat Ulu (SDU) merupakan kawasan yang menyimpan banyak potensi wisata seperti keindahan panorama alam yang masih asri, belasan air terjun yang belum terjamah dan hasil pertanian sayur-sayuran serta Kopi yang sudah tersohor di manca negara.

Banyak sejarah mencatat, Kopi Semende sudah sejak lama dinikmati dan menjadi buruan pecinta kopi baik dari dalam maupun luar negeri.

Jeme Semende (orang Semende, red),  percaya produk kopi dari Semende baik jenis Robusta maupun Arabica tidak kalah bersaing dengan kopi lainnya.

Kali ini Tim CSR dan Humas PTBA,  berkesempatan berbincang dengan penggiat kopi Arabica yang tergabung dalam Kelompok Tani (Koptan) Ruang Napalan.

Multan selaku Ketua Koptan Ruang Napalan didampingi rekan - rekannya di perkebunan kopi, tidak terlihat raut wajah mengeluh, pun juga tidak terlihat goyahnya tapakan kaki mereka yang tetap berdiri kokoh di Desa Gunung Agung Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) yang memiliki temperatur nyaris dibawah 20 derajat celcius.

Dengan tarikan senyum yang ramah menyambut kedatangan Tim CSR dan Humas, penggiat kopi Arabica Semende yang merupakan warga pribumi ini satu persatu menyalami dan langsung bertegur sapa dengan penuh keakraban.

"Seperti inilah kontur alam Semende, dingin dan jalannya menanjak, tapi Alhamdulillah tanahnya subur," tutur Multan, Ketua Koptan Ruang Napalan.

Dikatakan Multan, awalnya dia dan teman-temannya belum begitu menggali potensi Kopi yang ada di Semende. Padahal pertumbuhan Kopi sangat cocok dengan iklim di Semende

Selama ini, hanya budidaya kopi robusta dengan ilmu seadanya (otodidak) dan tidak tahu ilmunya untuk menggali potensi kopi Arabica.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved