Breaking News:

Panti Asuhan Al-Barokah Muara Enim, Tempat Laskar Para Santri Pengejar Mimpi

Panti Asuhan Al-Barokah Muara Enim, Tempat Laskar Para Santri Pengejar Mimpi

Penulis: Ika Anggraeni | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Ika Anggraeni
Panti Asuhan Al-Barokah Muara Enim, Tempat Laskar Para Santri Pengejar Mimpi 

Bersama 10 orang pengasuh lainnya, Panti Asuh Al Barokah menerapkan kurikulum pendidikan tahfiz dan umum dari SD, SMP dan SMA.

Membekali santri dengan kurikulum dan disiplin tinggi, harapannya setelah lulus nanti dan ketika santri kembali ke masyarakat ada bekal keagamaan, wawasan, akhlak, budi pekerti yang bisa dibanggakan keluarga dan lingkungannya.

Panti Asuh Al Barokah menargetkan bisa mendidik hingga 100 santri di 2021 ini. 

"Tidak lupa terima kasih kepada PTBA karena telah berkiprah sebagai perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan, akademi, keagamaan dan sosial. Doa kami, PTBA selalu jaya,"ucap Ustadz Badru.

Dilain pihak, Ketua Yayasan Al Barokah Bukit Asam, Mustafa Kamal mengatakan bahwa Panti Asuh Al Barokah didirikan PTBA sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa yang memiliki cita-cita tinggi untuk berbakti kepada agama maupun negeri ini. 

Santri benar-benar diseleksi ketat melalui rekomendasi RT, RW dan desa. Demi memastikan beasiswa berada di tangan yang tepat, yakni yang benar-benar membutuhkan dan berminat menimba ilmu. 

Manajemen PTBA memastikan berapapun santri yang minat akan ditampung.

Kemudian untuk kurikulum keagamaan yang diberikan meliputi tarbiyah ruhiah yakni pendekatan kepada Allah SWT seperti salat fardu, puasa senin kamis, qiyamul lail, hafalan juz Al Quran, tarbiyah fikriah yakni diwajibkan sekolah formal SD, SMP dan SMA dan terakhir tarbiyah jasadiyah yakni badan santri pria dan santri wanita harus sehat dengan diajarkan olahraga voli, bulu tangkis, senam dan karate. 

Tidak hanya itu, di Panti Asuh Al Barokah diajarkan berkebun rosella dan belajar membuat florist serta membuat packaging kopi.

"Harapan kedepan setelah menjadi alumni, santri bisa menjadi kahfiz, RT, RW dan mandiri karena telah diajarkan administrasi dan manajemen," ucap Mustafa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved