Breaking News:

Sikap Menpora RI Soal Timnas Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021: Kita Tidak Tinggal Diam

Seperti diketahui, Federasi bulutangkis dunia (BWF) sebelumnya memberikan pernyataan mengenai ditariknya tim Indonesia dari All England 2021.

BADMINTON INDONESIA
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat tampil pada partai semifinal Denmark Open 2018 yang berlangsung pada Sabtu (20/10/2018) dini hari WIB. 

Melalui penjelasan PBSI, keputusan tersebut mutlak dari pemerintah Inggris dan tidak bisa diganggu gugat oleh BWF.

Usut punya usut, penyebab keputusan yang memberatkan kontingen Indonesia itu diakibatkan karena selama perjalanan dari Instanbul ke Birmingham, The Minions dkk berada di satu pesawat dengan penumpang yang terpapar Covid-19.

Hasilnya, seluruh kontingen Indonesia yang berlaga di ajang All England 2021 dipaksa mundur.

Baca juga: Hasil Komunikasi Kemenpora-KBRI di London Soal Kontingen Indonesia Dikeluarkan dari All England 2021

Baca juga: Kecewa, Marcus Gideon Protes Keras setelah Kontingen Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Juara Ganda All England 2017. Kini keduanya berjuang di even yang sama tahun 2021.
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Juara Ganda All England 2017. Kini keduanya berjuang di even yang sama tahun 2021. (Humas PBSI)

Berikut poin-poin penting atas dikeluarkannya tim Indonesia dari Al England 2021, seperti rilis yang diterima Tribunnews.

1. Timnas Badminton RI terpaksa mundur dari kejuaraan All England 2021 meskipun 5 pemain Timnas didampingi pelatih telah melakukan pertandingan dan menang. Ini karena 20 dari 24 anggota timnas mendapat notifikasi via email dari National Health Service (NHS) untuk wajib karantina Covid-19 selama 10 hari hingga 23 Maret 2021.

2. Kewajiban karantina ini karena dalam trace and track terdeteksi berkontak dengan orang yang kemudian dinyatakan positif Covid-19.

3. Keputusan bersifat final, tidak dapat digugat, dan pemberlakuan sanksi bagi pelanggar.

4. NHS tidak diskriminatif dalam menerapkan aturan ini.

5. Meskipun sebelum berangkat sudah divaksin dua kali di Jakarta dan saat datang juga negatif saat di Swab, tetapi karena hasil tracing mengindikasikan pernah satu pesawat dgn orang yang diduga terpapar Covid, maka sesuai aturan, terpaksa harus terkena karantina tambahan.

6. Kemenpora menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan respon cepat KBRI London yang luar biasa bantuannya sejak kedatangan Timnas dan saat info dr NHS itu muncul meski hanya berkomunikasi dengan timnas melalui Zoom Meeting untuk memberikan dukungan moral, meminta untuk memenuhi kewajiban karantina demi kesehatan dan akan terus membantu timnas hingga selesai karantina.

Halaman
1234
Editor: Weni Wahyuny
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved