Breaking News:

Raih Wajar Tanpa Pengecualian 9 Kali Berturut-turut, Pemkab OKI Gelar Diklat Pengelola Aset Daerah

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Pendidikan dan Pelatihan Pengelola Aset Daerah terhadap pegawai

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Prawira Maulana
ISTIMEWA
Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggelar Pendidikan dan Pelatihan pengelola aset daerah yang bertempat ertempat di Gedung Diklat, Teluk Gelam OKI kegiatan tersebut diselenggarakan sejak Senin (15/3/2021) kemarin. 

• Guna Meningkatkan Kapasistas SDM Pengelola Aset Daerah.

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Pendidikan dan Pelatihan Pengelola Aset Daerah terhadap pegawai yang ditugaskan sebagai pengurus barang, pembantu pengurus barang serta calon pengurus barang di dalam pengelolaan barang milik daerah.

Kegiatan di Gedung Diklat, Teluk Gelam OKI kegiatan tersebut diselenggarakan sejak Senin (15/3) kemarin.

Bupati OKI melalui Asisten Bidang Administrasi Umum, H.M Lubis, SKM, M.Kes saat ditemui mengungkapkan Diklat tersebut merupakan kegiatan yang sifatnya berorentasi untuk mengoptimalkan dan menertibkan barang milik Daerah dan Negara.

"Dalam pengelolaan aset milik daerah dan negara diperlukan pendataan, pelaporan dan pengawasan serta pemeliharahan yang tepat,"

"Maka pelaksanaan diklat ini supaya meraih tujuan dapat menyajikan tata cara dan prosedur penilaian aset/barang daerah secara efektif dan efisien," ungkap Lubis, Selasa (16/3/2021).

Lubis mengatakan, dengan prestasi kabupaten OKI yang berhasil mempertahankan penghargaan oleh Kementrian Keuangan RI, berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) murni selama sembilan kali berturut-turut sehingga perlu dilakukan program untuk mempertahankan prestasi tersebut.

"Dalam predikat WTP yang dikeluarkan oleh Kementrian Keuangan RI, ada beberapa persyaratan item yang harus ditindaklanjuti,"

"Pengelolaan barang milik Daerah dan Negara tersebut mendapat kepastian hukum terhadap Aset Daerah dan Aset Negara yang perlu diketahui, sejauh mana status kepemilikannya terhadap Pemkab OKI," terangnya.

Masih kata Lubis, pendidikan dan pelatihan pengelolaan aset ini mampu memberikan pemahaman yang akurat dan profesional bagi seluruh peserta.

"Hasil akhir yang diharapkan setelah Pelatihan ini yakni semua peserta mampu menjadi pioner untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapat,"

"Sehingga, seluruh aset daerah maupun negara dapat terkola dan dipertanggung jawabkan sebagaimana mestinya," pungkas Lubis.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved