Breaking News:

Berita Muara Enim

Pemerintah Kabupaten Muaraenim Siap Kelola 10 Persen Migas PT Medco EP Blok Lematang

Pemkab Muaraenim melalui Perusahaan Daerah Sarana Pembangunan Muaraenim (PDSPME) akan turut serta dan siap terlibat dalam pengelolaan Blok Lematang.

Penulis: Ika Anggraeni | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/IKA ANGGRAENI
Pertemuan antara Pemkab Muara Enim, Pemprov Sumsel, Kementerian ESDM dan PT Medco E&P Indonesia,  Jumat (3/3/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Pemerintah Kabupaten Muaraenim siap mengelola 10% migas Blok Lematang yang dikelola oleh PT Medco Energy Exploration and Production (E&P) Indonesia.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Pemkab Muara Enim, Pemprov Sumsel, Kementerian ESDM dan PT Medco E&P Indonesia,  Jumat (3/3/2021).

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Muraaenim Emran Tabrani mengatakan mereka telah melakukan penjajakan kerja sama penawaran minat berpartisipasi (Participating Interest/PI) 10% dengan eksplorasi Blok Lematang oleh PT. Medco Energy Exploration and Production (E&P) Indonesia sebagai kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

"Hal ini guna meningkatkan peran serta daerah dalam mengelola potensi minyak dan gas bumi (Migas) di Kabupaten Muaraenim,"katanya Jumat (3/3/2021).

Dikatakannya mereka telah melakukan pertemuan dengan Pemprov Sumsel, Kementerian ESDM dan PT. Medco E&P Indonesia

"Dan disepakati bahwa Pemkab Muaraenim melalui Perusahaan Daerah Sarana Pembangunan Muaraenim (PDSPME) akan turut serta dan siap terlibat dalam pengelolaan Blok Lematang,"katanya.

Ia juga mengatakan bahwa dalam keikutsertaan 10% tersebut, Pemkab. Muaraenim akan menggandeng perusahaan daerah milik Pemprov. Sumsel yaitu PT. Sumsel Energi Gemilang (Perseroda).

"Yang nantinya akan bersama-sama membentuk badan usaha milik daerh (BUMD), Partisipasi Pemkab Muaraenim ini memang telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Penawaran PI Sebesar 10% Pada Wilayah Kerja Migas,"katanya.

Baca juga: Cerita Pemulung Dengan Gerobak di Atas Jembatan Ampera, Anak Cucu Ikut Berpanas-panasan

Baca juga: Harga Karet Hari Ini Turun Rp 247 Per Kg, Berikut 6 Faktor Penentu Harga Pasaran Karet

Dengan kata lain, lanjutnya pemerintah pusat memberi kesempatan kepada daerah penghasil Migas, yaitu Kabupaten Muaraenim untuk ikut mengelola kegiatan eksplorasi di wilayahnya sehingga tidak hanya menjadi penonton semata dengan hanya menerima transfer dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

"Namun juga aktif mengelola dan penangkap peluang pendapatan dari kegiatan hulu Migas tersebut,"katanya.

Ia juga mengatakan bahwa sesuai perhitungan, Plt Sekda memperkirakan potensi pendapatan daerah melalui keikutsertaan di eksplorasi PT. Medco E&P Indonesia Blok Lematang ini sebesar Rp. 19,2 milyar pertahun.

"Dan khusus dari eksplorasi PT. Seleraya Belida sebesar Rp 1,6 miliar pertahun yang tentunya akan ada bagi hasil (profit sharing) dengan BUMD Pemprov Sumsel sebagai mitra kerja,"katanya.

Ia juga mengatakan untuk itu dalam pertemuan tersebut, Pemkab Muaraenim dan Pemprov Sumsel akan segera mempersiapkan hal-hal teknis.

"Termasuk kesepakatan yang tertuang di dalam perjanjian kerja sama yang hasilnya akan disampaikan kepada pemerintah pusat melalui SKK migas. Ini merupakan peluang Pemkab Muaraenim untuk meningkatkan akselerasi pendapatan daerah, khususnya yang bersumber dari sektor pertambangan Migas sehingga nantinya mampu lebih mandiri dalam membiayai program-program pembangunan daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"pungkasnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved