Berita Viral
Tak Dapat Restu, Pria Ini Malah Dimasukan Orangtua Pacarnya ke Penjara, Viral di Twitter
Kali ini seorang warganet Abib dengan akun pengguna @Disini_11 minta bantuan kepada warganet atas kerabatnya yang masuk bui bukan atas perbuatannya
TRIBUNSUMSEL.COM - Sebuah untaian (thread) meminta bantuan dengan kalimat kunci "Twitter, Please Do Your Magic" beredar luas di media sosial sejak Selasa (2/3/2021) malam.
Kali ini seorang warganet Abib dengan akun pengguna @Disini_11 meminta bantuan kepada warganet terhadap kerabatnya yang masuk penjara bukan atas perbuatannya.
Pada beberapa cuitan, Abib mengaku sebagai kerabat Adam yang masuk jeruji besi secara tidak bersalah.
Teman pengguna bernama Adam, seorang guru bela diri, dipenjarakan selama 10 tahun atas tuduhan pencurian, melarikan anak di bawah, bahkan sama pada pencabulan.
Padahal Adam tidak melakukan semua tuduhan itu.
Ini terjadi setelah ibu Moza tak merestui hubungan Adam dengan anaknya ynag bernama Moza.
Ibu Moza marah dengan anaknya yang lari dari rumah untuk menyelamatkan dirinya, sehingga membuat laporan atas pencabulan Moza.
Alhasil tuduhan pencurian bertambah dengan melarikan anak di bawah umur dan pencabulan.
Selain itu, Hukuman penjara untuk pencurian paling lama 7 tahun, tetapi bertambah jadi 10 tahun.
Tak main-main, Moza menuduh orangtuanya menyogok penyidik setelah pihak keluarga Adam tahu penahanan anaknya dan ada saksi yang mendengarkan.
Berdasarkan untaian cuitan, penahanan temannya terjadi di Medan, Sumatra Utara.
Terlihat dari beberapa unggahan di Instagram yang meminta bantuan Wali Kota Medan.
Lalu ada foto yang berisi lembaran laporan Polda Sumut atas nama Moza yang dianiaya dan dikeroyok oleh orangtua dan adiknya, jika mengacu pada Pasal 351 juncto 170 KUHP.
Moza sebenarnya sudah meminta bantuan via Instagram dan TikTok, tapi banyak akun palsu yang ingin menjatuhkan Moza.
Sampai mengatakan pernyataan Moza hanya prank (keisengan) belaka.
Pada akhir untaian, Abib meminta keadilan atas penahanan Adam sampai
Sontak untaian cuitan itu ditanggapi warganet yang merasa kasihan dengan Adam dan ikut membantu dengan cara masing-masing agar Adam dibebaskan.
Kronologis Kejadian
Abib menceritakan, Moza sendiri berasal dari keluarga tak utuh, sehingga tinggal bersama ibu dan ayah tiri, beserta adiknya.
Lalu Abib melanjutkan, Adam sebenarnya berpacaran dengan Moza dan ingin menikah.
Namun orangtua Moza tidak setuju menikah dengan Adam karena berprofesi sebagai guru bela diri.
Sedangkan ibu Moza menikah dengan seorang polisi dan berharap Moza mengikuti langkahnya.
Akibatnya, ibu Moza tak merestui hubungan Moza dengan Adam.
Mulanya, Moza sudah mengikuti kemauan orangtuanya.
Ini berdasarkan Abib yang mendapatkan informasi langsung ini dari Moza.
Dalam tangkapan layar chat Abib dengan Moza, terlihat orangtua Moza mengekang kehidupan pribadi Moza.
Mulai dari larangan untuk menikah dengan laki-laki pilihannya hingga masalah pertemanan.
Moza mengaku tak sanggup untuk menuruti suruhan orangtuanya.
Di samping itu, orangtua Moza tidak pernah menggubris kemauan Moza.
Akhirnya, Moza keluar dari rumah untuk menenangkan diri dan sudah pamit.
Nyatanya Moza lari dari rumah bersama temannya.
Moza sebenarnya mencoba cara lain, bersama Adam sempat mencari ayah kandung Moza yang berada di Langsa, Aceh untuk meminta restu.
Dengan demikian, ayah kandung Moza menikahkan Moza dengan Adam tetapi keluarga Adam datang ke kota Langsa, sehingga ayah kandung Moza sudah merestui Moza dengan Adam.
Moza sendiri mengirimkan bukti chat dengan ayah kandungnya pada Selasa (23/2/2021) kepada Abib, bahwa ayah Moza sudah merestui hubungannya.
Harusnya pada Kamis (25/2/2021), keluarga Adam berkunjung ke Langsa untuk bertemu ayah kandung Moza.
Namun ibu Moza mengetahui semuanya melalui chat Whatsapp Moza yang sudah disadapnya.
Kemudian ibu dan ayah tiri Moza justru menjebloskan Adam ke dalam penjara pada Rabu (24/2/2021) dengan tuduhan mencuri dan melarikan anak di bawah umur.
Lebih aneh lagi, bukan polisi yang menangkap Adam, melainkan ibu dan ayah tiri Moza tanpa ada surat penangkapan dan polisi seorangpun, seolah bertindak di atas hukum.
Pada waktu Adam ditahan, terlihat pada video yang diunggah pada Kamis (4/3/2021) dini hari, Moza bersama Adam.
Menurut Abib, ibu Adam sudah sujud di kaki ibu Moza agar berdamai.
Namun ibu Moza berkeras untuk meneruskan perkara kepada polisi.
Mendengar Adam masuk penjara atas laporan orangtuanya, Moza sudah memohon kepada orangtuanya dan mau putus agar Adam keluar dari penjara.
Tak main-main, Abib menuturkan, Moza menuduh itu semua permainan orangtuanya.
Sebab menurut Moza, ibu dan ayah tirinya menyogok habis-habisan juru periksa (juper - istilah kepolisian untuk penyidik), karena pihak keluarga Adam sudah menghubungi penyidik Adam.
Setelah itu pihak keluarga Adam menelefon juru periksa Adam pada detik itu juga, lantaran ada saksi yang mendengarnya.
Saat itu Moza diminta ibunya untuk pulang, tapi tak mau.
Tak pelak, sewaktu Adam di tahan, Moza dipukuli dan dipaksa pulang oleh ibu dan adiknya.
Moza terpaksa dilepaskan ibu dan adiknya setelah dilihat mereka berdua sedang direkam seseorang.
Maka Moza kabur dari paksaan ibu dan adiknya.
Nasib nahas Moza tak berhenti sampai di situ.
Bukan didengar, malahan pada Jumat (26/2/2021) malam, Moza dipijak leher dan dipukul kepalanya oleh ayah tiri dan adiknya sehingga pandangannya gelap pada saat itu.
Moza lantas melaporkan peristiwa itu kepada Polrestabes Medan karena orangtua Moza menganggarkan pangkat untuk menjebolkan Adam ke dalam penjara.
Padahal Adam sama sekali tidak bersalah.
Artinya orangtua Moza ingin anaknya berpacaran dengan polisi.
"Kalau Moza berpacaran dengan seorang polisi, orangtua Moza bakal mengizinkan apapun,"
"Selain itu orangtua Moza melarang keras anaknya berpacaran dengan Adam, guru bela diri," demikian inti pesan chat dari Moza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/twitter-please-do-your-magic2.jpg)