Breaking News:

Berita Palembang

Lulusan SMK Disebut Penyumbang Angka Pengangguran Tertinggi, Disdik Sumsel Lakukan Upaya Ini

elama ini kita terkendala data para alumni yang lulus. Mereka banyak yang tidak terdata dan ada juga nomor yang tidak aktif lagi.

TRIBUN SUMSEL/SRI HIDAYATUN
Kepala Bidang SMK Disdik Sumsel, Mondyaboni mengatakan mereka melakukan berbagai upaya menekan angka pengangguran SMK, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Berkontribusi menurunkan angka kemiskinan menjadi 1 digit, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel terus berusaha merangkul para alumni SMK untuk dapat terserap ditenaga kerja.

Kepala Bidang SMK Disdik Sumsel, Mondyaboni mengatakan adanya data BPS yang mengatakan penyumbang penganguran terbesar dari SMK.

"Dengan adanya anggapan ini kita tak setuju karena belum tentu lulusan SMK menyebabkan penganguran. Bahkan selama ini kita selalu berusaha untuk menyalurkan mereka ke tenaga kerja lewat Bursa Kerja Khusus (BKK) yang ada di sekolah-sekolah," jelasnya, Rabu (3/3/2021).

Karena itu, saat ini Disdik Sumsel terus mengoptimalkan kerja BKK di Sumsel ini lebih baik lagi sehingga panyerapan para alumni dapat lebih banyak.

"Selama ini kita terkendala data para alumni yang lulus. Mereka banyak yang tidak terdata dan ada juga nomor yang tidak aktif lagi. Inilah yang membuat kita terkendala," jelas dia.

Karena itu, nanti lewat aplikasi Sikamja (Sistem Rekam Jejak Alumni) nanti terkoordinir data para alumni SMK ini.

Karena itu ia mengimbau agar para alumni ini dapat lebih aktif dan lebih gesit dan peduli dengan sekolah sehingga jika ada info bisa cepat terdata.

"Bukan hanya tersalurkan ke Dudi (Dunia Usaha Dunia Industri, Red) saja tapi juga banyak para alumni kita ini yang sudah berwirausaha dan melanjutkan pendidikan. Inilah yang akan kita data ulang lagi berapa banyam yang masih mengangur, sudah bekerja atau lanjut pendidikan. Nanti yang belum bekerja kita akan carikan," jelas dia.

Baca juga: Pria di Palembang Tertipu Iklan Lowongan Kerja di Facebook, Uang Rp 9,5 Juta Dilarikan Pemberi Kerja

Baca juga: Tantangan Pengelolaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Ini Program Prioritas BPJamsostek

Sementara itu, Ketua Forum BKK Sumsel, Lisparida mengatakan berdasarkan data tahun lalu keterserapan lulusan SMK ke Dudi yakni 58,7 persen.

"Sisanya ada yang berwirausaha dan melanjutkan lagi. Inilah nanti lewat forum BKK ini kita ingin para alumni yang belum bekerja dapat kita salurkan," beber dia.

Ia mengatakan nanti setiap sekolah kita minta untuk lebih mengaktifkan BKK yang ada sehingga semua data alumni dapat terkoodinir.

"Kita targetkan minimal para alumni SMK ini dapat terserap minimal 80 persen ke Dudi sehingga tidak dicap sebagai penyumbang penganguran dan dapat membantu menurukan angka kemiskinam menjadi satu digit," ungkap dia.

Namun, bukan hanya untuk terserap di Dudi saja tapi juga ke dunia usaha.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved