Breaking News:

Tuduhan Jhoni Allen Sebut SBY Kudeta Anas Rebut Demokrat, Andi Mallarangeng Ungkap Fakta Ini

Menanggapi hal tersebut, Andi Mallarangeng selaku Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat langsung buka suara

TRIBUN/DANY PERMANA
Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng (kanan) menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (2/6/2014). Andi didakwa terlibat dalam kasus korupsi proyek Hambalang. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- SBY dituding melakukan kudeta terhadap Anas Urbaningrum demi merebut Partai Demokrat.

Menanggapi hal tersebut, Andi Mallarangeng selaku Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat langsung buka suara.

Salah satu dari kader yang dipecat Partai Demokrat adalah Jhoni Allen.

Ketua Umum Partai Demokrat menyampaikan ucapan selamat melalui video yang diunggah di youtube kepada pasangan Joko Widodo-Maruf Amin yang memenangi Pilpres 2019.(YOUTUBE)
Ketua Umum Partai Demokrat menyampaikan ucapan selamat melalui video yang diunggah di youtube kepada pasangan Joko Widodo-Maruf Amin yang memenangi Pilpres 2019.(YOUTUBE) (Kompas.com)

"DPP Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat terhadap Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Marzuki Alie dan Ahmad Yahya," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan yang diterima, Jumat (26/2/2021)

Setelah dipecat, Jhoni Allen berkicau dengan menuding SBY bukan pendiri Partai Demokrat sebenarnya.

Tak hanya itu, Jhoni Allen menuding SBY melakukan kudeta terhadap Anas Urbaningrum.

Menanggapi hal tersebut, Andi Mallarangeng menyebut bahwa ke-7 orang yang dipecat termasuk Jhoni Allen ini terbukti ingin mengambil alih Partai Demokrat.

"Di Demokrat itu ada mekanisme di Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai, Dan orang-orang yang sudah dipecat itu jelas-jelas sudah terbukti keras bahwa orang-orang ini semua bersekongkol dengan pihak luar partai untuk mengambil alih Partai Demokrat.

Mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat," papar Andi Mallarangeng, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube MetroTV, Senin (1/3/2021).

"Itulah sebabnya kami namankan mereka GPK Gerakan Pengambil alih Kepemimpnan. Kami gak bilang kudeta sebenarnya. Bukan soal KLB-nya juga," tambah Andi Mallarangeng.

Menanggapi tudingan SBY bukan pendiri Partai Demokrat dan sebut itu hasil kuderta dari Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng langsung menskakmat Jhoni Allen.

Halaman
12
Editor: Moch Krisna
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved