Breaking News:

PT Pegadaian Cabang Palembang Catat OSL Rp 130 Miliar di Akhir Februari

PT Pegadaian (Persero) cabang Palembang mencatat untuk out standing loan (OSL) baik gadai maupun non gadai berada di angka Rp130, 87 Miliar.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/MELISA WULANDARI
Aktivitas PT Pegadaian (Persero) cabang Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Hingga akhir Februari 2021 PT Pegadaian (Persero) cabang Palembang mencatat untuk out standing loan (OSL) baik gadai maupun non gadai berada di angka Rp130, 87 Miliar.

Angka ini masih terus akan meningkat dimana target yang berusaha dicapai oleh PT Pegadaian (persero) cabang Palembang di tahun 2021 adalah Rp168,5 Miliar untuk mencapai target super exceed 110 persen masih butuh Rp38 Miliar lagi untuk mencapai target tahun ini.

Pemimpin Cabang PT Pegadaian (Persero) kantor Cabang Palembang, Nurkholis mengatakan bahwa untuk out standing loan (OSL) gadai maupun non gadai di PT Pegadaian cabang Palembang itu memiliki target RKAP atau target 100 persen sebesar Rp153 Miliar pertahun. 

"Namun demikian, kami berusaha untuk mencapai 120 persen berarti 120 persennya itu sekitar Rp183 M dalam setahun, kalau sekarang akhir Februari sudah mencapai Rp130,87 M," kata Nurkholis.

Dia mengatakan sampai akhir bulan Februari, angka OSL gadai memang bagus tapi untuk non gadai seperti usaha mikro contohnya di bidang kreasi, segi usaha, amanah, kredit pengadaan kendaraan baru ini juga bagus tapi masih unggul di kredit cepat aman (KCA) atau gadai.

"Kenapa gadai atau produk KCA ini begitu diminati nasabah PT Pegadaian di Palembang. Karena memang betul-betul sesuai kebutuhan masyarakat, kebutuhan cash apalagi masa kondisi pandemi covid 19 begini dan gadai itu fleksibel," katanya.

Pilihan gadai di PT Pegadaian pun ada bermacam macam, ada gadai flexi, reguler, suku bunga juga fleksibel sehingga banyak diminati masyarakat kebutuhannya juga cepat terpenuhi.

Sementara itu, untuk non gadai sampai dengan akhir Februari 2021 berada di angka Rp16,29 Miliar, sedangkan untuk gadai berada diangka Rp114,57 Miliar.

"Bila dipersentasikan sekitar 14 persen untuk non gadai dan memang 86 persennya kuat di gadai. Walaupun target nasional itu 25/75, (25 persen non gadai dan 75 persen gadai) kondisi saat ini sedang pandemi Covid 19 memang non gadai agak melambat," jelasnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved