Breaking News:

Berita Palembang

Saat Masker Kain Jumputan Khas Palembang Selamatkan 9 Pekerja dari PHK

Pandemi covid-19 membuat sejumlah usaha terdampak termasuk UMKM fesyen khas Palembang. Tapi akhirnya masker kain jumputan membuat usaha tetap bertahan

TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Owner Saqilla Design, Erwin memperlihatkan kain jumputan yang dijadikan sebagai bahan membuat masker kain. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pandemi covid-19 membuat sejumlah usaha terdampak dan nyaris gulung tikar karena sepi permintaan sehingga membuat pelaku usaha juga terpaksa merumahkan karyawan.

Kondisi ini juga sempat dirasakan pelaku UMKM fesyen khas Palembang, Erwin.

Owner Saqilla Design itu memutar otak agar usahanya terus bertahan sehingga tidak harus merumahkan karyawan alias PHK.

Baca juga: Permintaan Jamur Tiram Anjlok di Masa Pandemi, Pengusaha Ogan Ilir Tetap Berdayakan Warga Desa

Caranya dengan membuat masker karena pesanan pakaian pesta dan pakaian lainnya lagi sepi dampak pandemi.

Membuat masker bukan cuma solusi bertahan tapi juga ikut membantu menanggulangi penyebaran covid-19 sehingga tetap menerapkan protokol kesehatan tapi juga tetap tampil modis dengan masker Jumputan.

 “Saya berpikir bagaimana caranya ikut mencegah penyebaran virus tapi usaha saya dapat terus berjalan. Buat masker solusinya,” ujar Erwin, Sabtu (28/2/2021).

Masker yang dibuatnya pernah dipesan dalam jumlah banyak yakni 10 ribu buah, bahkan hingga 20 ribu potong masker kain.

Hal ini membuat usahanya pun kembali bangkit dan seketika menjadi UMKM naik kelas karena dengan pesanan sebanyak itu, Erwin mampu mengantongi omzet hingga Rp 50 juta.

Baca juga: Mengenal Nadina Salim, Desainer Kenalkan Sepatu dengan Bahan Dasar Kain Khas Palembang

Beberapa karyawannya kini bisa kembali bekerja karena banyak menerima pesanan masker.

Saat ini ada sembilan karyawan yang berposisi sebagai penjahit masker. 

Erwin juga kerap membagi job pada penjahit lainnya jika order masker yang diterima banyak dan tidak bisa diselesaikan sendiri, sehingga juga bisa membantu pelaku UMKM.

"Sehari-hari usaha fesyen kita pasarkan online dan offline sehingga bisa menjangkau konsumen lebih banyak dan lebih luas, apalagi saat pendemi pemasaran online menjadi prioritas karena adanya perubahan pola laku masyarakat," ujarnya.

Penulis: Hartati
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved