Breaking News:

Berita Muba

Kebahagian Sudarno, Petani Karet di Muba Lihat Harga Karet di UPPB Tembus Rp10 Ribu

Harga lelang karet di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB)Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mencapai Rp11.000 sampai Rp12.000.

EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Ilustrasi Petani Karet. Harga lelang karet di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB)Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mencapai Rp11.000 sampai Rp12.000. 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU—Sepekan terakhir harga karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menunjukan angka yang positif pada kalangan petani.

Dimana, dari pantauan harga lelang karet di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Bumi Serasan Sekate mencapai Rp11.000 sampai Rp12.000.

Salah satu petani karet yang ada di Kecamatan Sekayu yakni Sudarno, dirinya mengaku senang mendengar kabar harga karet menembus angka Rp11 ribu hingga Rp12 ribu dirinya berharap harga  tidak lagi mengalami penurunan. 

"Saya baru jual lima keping tanggal 25 yang lalu, harganya masih Rp 10 ribu rupiah, tapi sekarang saya dengar sudah sampai Rp11 ribu. Saat ini belum saya jual kembali karena baru ada satu keping, di kumpulin dulu nanti semoga harganya tidak turun lagi syukur-syukur bisa naik lagi,”kata Sudarno.

Baca juga: Kasus Dua Pasutri Bawa Sabu 6 KG di Jalintim Muba, Tiga Orang Divonis Seumur Hidup

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Muba, Akhmad Toyobir SSTP, mengatakan harga komoditas karet di Kabupaten Muba terus naik sejak satu minggu belakangan.

Hal tersebut menunjukkan angka positif ditengah anjloknya harga karet beberapa waktu lalu.

"Tren-nya di Muba terus naik. Alhamdulillah bisa dirasakan petani karet di Muba," ujar Toyibir.

Menurutnya, kenaikan harga karet yang terjadi akhir-akhir ini kembali menggairahkan semangat petani karet di Muba.

Baca juga: Chat Mesra dengan Istri Orang, Pria di Muba Ditebas Parang Suami dan Kakak Ipar, Luka Parah

"Ini juga tidak terlepas dari support Pak Bupati yang sangat maksimal dan konsen menstabilkan harga karet petani di Muba," ujarnya. 

Stabilnnya harga katet di kalangan petani dengan adanya terobosan inovasi pembangunan infrastruktur jalan aspal yang bercampur karet.

"Karet yang diolah untuk campuran aspal langsung diserap dari petani rakyat di Muba, sehingga petani tidak perlu susah menjual karetny karena sudah ditampung oleh pemerintah untuk bahan baku aspal karet,”jelasnya. 

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved