Kisah Mantan Anggota ISIS Pernah Dua Kali Dibaiat, Kini Janji Setia Kepada NKRI, Cium Bendera
Pria asal Aceh itu sebelumnya mempelajari Daulah Islamiyah melalui telegram yaitu selama kurang lebih satu tahun pada medio 2017 lalu.
TRIBUNSUMSEL.COM - Kisah Mukarram alias Sungoh bin Sabirin mantan anggota Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS yang kini kembali mengikrarkan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia bercerita saat berbaiat dengan ISIS, bahkan sampai dua kali.
Mukarram merupakan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas I Surabaya.
Sebelumnya ia terjerat kasus terorisme lantaran bergabung dengan ISIS.
Pria asal Aceh itu sebelumnya mempelajari Daulah Islamiyah melalui telegram yaitu selama kurang lebih satu tahun pada medio 2017 lalu.
Dia dibaiat untuk bersumpah taat, patuh dan setia kepada pimpinan ISIS.
“Saat itu setelah salat Idul Adha, saya dibaiat dua kali,” ucapnya, Kamis, (25/2/2021).
Sejak saat itu, dia mulai berpikir untuk hijrah mengikuti tentara ISIS melalui Afganistan.
Baca juga: Kronologi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Ditangkap KPK, Diduga Barang Bukti Sekoper Uang Rp1 Miliar
Namun, saat perjalanan dari Medan ke Thailand, dia bersama rombongannya dideportasi Imigrasi Thailand.
Karena, saat itu diketahui bahwa tujuannya ke Afganistan adalah untuk bergabung dengan ISIS.
Dia dan rombongan ditangkap dan ditahan pihak kepolisian pada Juni 2019.
Setelah hampir dua tahun dari kejadian itu, Mukarram kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
Disaksikan langsung oleh Danramil Porong, Wakapolsek Porong, Bhabinkamtibmas Kebon agung, Babinsa Kebon Agung dan Kepala Lapas Kelas I Surabaya Beserta Pejabat Struktural.
Dalam Sambutannya, Kalapas Gun Gun Gunawan berpesan agar Mukarran selalu menjaga diri dan setia Kepada NKRI.
Dia menganggap Mukarram dan WBP lainnya adalah keluarga. Sehingga harus saling menjaga satu sama lain.
“Kami berharap momen ini bisa menjadi inspirasi bagi WBP kasus terorisme lainnya di seluruh lapas/rutan se-Indonesia agar kembali setia kepada NKRI,” harapnya.
(Surya.co.id/Samsul Arifin)