Breaking News:

Berita Palembang

Cerita Kusuma Wati, Juri Perempuan Perlombaan Burung Berkicau Harus Kuat Mental

Kusuma Wati menjalani profesi sebagai juri perempuan di perlombaan burung berkicau. Ia bahkan pernah menjadi juri hingga ke Jogjakarta.

TRIBUNSUMSEL.COM/MELISA
Kusuma Wati juri perlombaan di perlombaan burung berkicau. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Profesi sampingan sebagai juri perlombaan burung berkicau sudah ditekuni Kusuma Wati selama 2 tahun selain bekerja di kantor pajak, Ia pun kerap pergi ke berbagai kota di Indonesia.

“Awalnya ya sering diajak teman saya nonton perlombaan burung berkicau terus saya pikir menarik juga ya kalau jadi juri perlombaannya selain menambah pengalaman juga bisa jalan-jalan kemana mana,” katanya, Jumat (26/2/2021).

Kusuma sapaan akrabnya ini mengatakan untuk bisa menjadi seorang juri di sebuah perombaan resmi yang diikuti oleh banyak orang tentu harus menjalak beberapa pelatihan yang ketat.

“Seperti menjadi juri di perlombaan lainnya, menjadi juri di perlombaan burung berkicau juga harus mengikuti beberapa kali pelatihan yang berbulan bulan,” katanya yang juga berprofesi sebagai pegawai di kantor Pajak di Jambi ini.

Baca juga: Beli Burung Murai Batu Rp 2 Juta, Pria di Palembang Tertipu Rp 32 Juta, Ini Kronologinya

Perempuan yang berasal dari Jambi ini mengatakan sebetulnya tidak ada syarat khusus untuk jadi juri di perlombaan burung berkicau.

“Misal juri harus laki-laki atau syarat lainnya, itu gak ada yang penting niat, dan utama adalah mental yang kuat apalagi yang kita hadapi ini peserta yang kebanyakan laki-laki,” katanya tersenyum.

Peserta lomba yang kadang tidak puas dengan hasil perlombaan sering kali meledek dirinya karena dirinya seorang perempuan dan dianggap kurang kompeten.

“Ya sering diledekin juga sama peserta, itu cewek kok jadi juri. Banyak macam lah pokoknya tapi ya saya sih santai aja nanggepinnya, buktinya 2 tahun ini pekerjaan ini tetap saya jalani karena emang seru dan menantang,” ujarnya.

Baca juga: Cara Merawat Momo, Burung Murai Batu Juara Lomba Burung Tingkat Nasional di OPI Mall Jakabaring

Selama perlombaan pun ia sering kali pergi keluar kota, paling jauh pernah ke Yogyakarta, Pekanbaru, kabupaten Kerinci Jambi.

“Serunya ya di jalan-jalan ini dan tentu dapat gaji tapi tetap pekerjaan saya di kantor Pajak juga saya jalani. Seimbanglah dua-duanya. Walaupun saya jadi juri tapi saya gak pelihara burung di rumah, saya jadi juri lebih kepada suka saja,” ujarnya.

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved