Breaking News:

Berita Banyuasin

Melihat Terobosan Pakan Ternak Sapi di Banyuasin, Bahannya Batang Jagung Hingga Tepung Ikan

Melihat Inovasi Pakan Ternak Sapi di Banyuasin, Sumatera Selatan. Mengubah Limbah menjadi pakan yang sulit dicari pada musim penghujan.

SRIPOKU/MAT BODOK
Wakil Bupati Banyuasin H Slamet Somosentono SH memberikan makan sapi dengan pakan hasil inovasi dari limbah yang banyak ditemukan di Banyuasin. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN — Melihat peternak di Kabupaten Banyuasin, mengalami kesulitan mencari pakan ternak di musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin memberikan terobosan mengubah limbah menjadi pakan ternak, Kamis (25/2/2021).

Wakil Bupati Banyuasin H Slamet Somosentono SH mengatakan, Pemkab Banyuasin memberi terobosan mayarakat mempermudah mencari pakan ternak, yaitu dengan mengubah limbah menjadi pakan salah satunya yaitu tepung ikan.

"Melihat tepung ikan di Kecamatan Sungsang, Kecamatan Muara Sugihan dan daerah lainnya banyak yang terbuang sia-sia lebih baik kita ambil kita jemur kemudian kita giling untuk menjadi campuran pakan ternak yang paling banyak," ujarnya, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Kejari Banyuasin Geledah Kantor Dinas Perdagangan Palembang, 4 ASN Ditetapkan Tersangka

Pakan Ini adalah protein untuk menambah berat bobot ternak sapi dan kambing dan nanti akan dicampur dengan bahan baku yang banyak tersedia di Banyuasin, yaitu solid limbah sawit yang banyak dibuang oleh perusahaan di Banyuasin.

"Alhamdulillah semua pihak memberikan support kepada Pemkab Banyuasin, dan boleh diambil," kata Wabup yang meminta petani ternak lebih berjaya dan makmur.

Kemudian, lanjut Slamet jerami padi dan batang jagung yang banyak dibuang oleh petani Banyuasin, juga bisa dijadikan bahan campuran.

"Semuanya nanti kita dicampur kita buat produk pakan ternak," ungkapanya yang menyebutkan limbah bisa ada manfaatnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bendahara BKPRMI Banyuasin Korban Penculikan, Dibawa Lari Orang Tak Dikenal

Untuk harga, lanjutnya Pemkab Banyuasin menyediakan harga dibawah pasaran.

"Jika biasanya Rp 10 ribu perkilogram nanti kita beri harga 6 atau 7 ribu perkilogram. pasti peternak akan beli sama kita," tutur Slamet tentunya bentuk subsidi kepada peternak supaya semangat memelihara ternak.

"Jika program pakan ternak ini dapat berjalan dengan lancar Insyaallah program Pemkab Banyuasin 1 KK satu sapi juga dapat terwujud," tandasnya. 

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved