Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Menunggak Tagihan Listrik Rp 2,5 Miliar, PLN Akan Cabut Listrik di Perkantoran Pemkab Ogan Ilir

Tarif listrik untuk PJU di kisaran Rp 400 juta hingga Rp 600 juta perbulan. Untuk umum, tarifnya di atas Rp 200 juta per bulan

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Vanda Rosetiati
ISTIMEWA/INSTAGRAM IKLIM CAHYA
Situasi di objek wisata Jembatan Pesona di Tanjung Senai, Indralaya saat malam hari. Pemadaman listrik mengakibatkan jalanan gelap dan menyulitkan pengendara. 

"Sebenarnya kami tidak ingin melakukan ini. Namun kami ada pertanggungjawaban terhadap pimpinan maupun manajemen," tegas Rinaldo.

Pihaknya pun sejak empat bulan lalu telah tujuh kali mengirimkan surat kepada Pemkab Ogan Ilir agar melunasi tarif listrik yang jumlahnya miliaran rupiah tersebut.

Manajemen PLN UP3 Indralaya rencananya dalam waktu dekat akan menemui Pelaksana Harian (PLH) Bupati Ogan Ilir, Aufa Syahrizal dan Penjabat Sekda, Muhsin Abdullah untuk membahas persoalan ini.

"Kami ingin menyampaikan, kiranya pemerintah khususnya perangkat daerah harus melunasi tagihan listrik dan tepat waktu. Jika tidak, mohon maaf, kami terpaksa mencabut aliran listrik di komplek pemerintah Ogan Ilir," kata Rinaldo.

Sementara sejauh ini belum ada komentar dari Pemkab Ogan Ilir terkait tunggakan tarif listrik ini.

Kasus Pemutusan Listrik di Musi Rawas

Sebelumnya kasus diputusnya aliran listrik oleh PLN telah di instansi pemerintah dilakukan di Musi Rawas.

Salah satu kantor dinas di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terkesan dibiarkan tidak ada listrik.

Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Muratara tidak ada listrik lantaran meteran listriknya dicabut PLN karena menunggak selama 4 bulan.

Sejak meteran listriknya dicabut pada Kamis (14/1/2021) lalu hingga kini belum dipasang kembali.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved