Breaking News:

Dinggap Sebagai Sebagai Senior, Demokrat Sumsel Minta Marzukie Alie Hentikan Manuver Politik

Kemelut partai Demokrat dibawah kepemimpinan Ketua umum (Ketum) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus dirongrong eks kader partai Demokrat

ARIF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki yang didampingi Wakil Ketua DPD Chairul S Matdiah, Sekretaris DPC Demokrat Palembang Anton Nurdin dan Bendahara Zainal Abidin, di Palembang, Senin (22/2/2021). 

"Kita harap MA dapat menghormati SBY, karena atas jasa beliaulah mereka terpilih. Jadi kita berharap MA dan OP showan dan datangi SBY agar permsalahan ini dapat di rem.  Kita berharap juga untuk DPD dan DPC supaya jangan sampai terganggu dengan manuver senior itu, jika ini tetap berjalan tentulah kader Partai Demokrat di Sumsel akan tersinggung," jelasnya.

Ditempat yang sama Sekretaris DPC Demokrat kota Palembang Anton Nurdin memastikan, jika saat ini jajarannya madis solid dan tetap setia pada ketum AHY.

"Di kepengurusan kota Palembang hampir tidak ada yang berani ganggu, dan saya akan pasang badan untuk Ketum AHY," pungkasnya.

Sebelumnya, mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie mengungkapkan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri kecolongan dua kali.

Hal itu ia sampaikan dalam bincang-bincang dengan mantan anggota DPR Akbar Faizal. Bincang-bincang itu ditayangkan di akun YouTube Akbar Faizal Uncensored, seperti dilihat Tribunnews, Kamis (18/2/2021).

Marzuki menceritakan pernah menjadi orang yang sangat dipercaya SBY, di masa awal berdirinya Partai Demokrat, sekaligus pencalonan SBY sebagai Presiden di Pilpres 2004.

Dalam suatu momen, Marzuki bercerita soal pertemuannya dengan SBY setelah Pemilu Legislatif 2004.

"Setelah Partai Demokrat lolos pemilu legislatif dapat tujuh sekian persen (suara), saya ketemu SBY," kata Marzuki.

Marzuki mengatakan, dalam pertemuan itu SBY mengutarakan niatnya maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 berpasangan Jusuf Kalla (JK).

SBY dan JK sama-sama menjabat sebagai menteri di kabinet yang dipimpin Megawati Sukarnoputri yang saat itu menjabat Presiden.

Halaman
123
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved