Breaking News:

Aneka Tips

Cara Mudah Budidaya Anggrek Hingga Berbunga, Tips Dari Pembudidaya Anggrek Gandus

Kalau budidaya anggrek ini mudah-mudah sulit. Kalau memang mau membudidayakannya anggrek, jangan ditanam pakai tanah. Tetapi tanam di pot

TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Taman anggrek yang dibudidayakan warga Talang Kepuh Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang, Senin (22/2/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bagi pecinta tanaman anggrek yang memang gemar menanam anggrek, bisa mendatangi lokasi budidaya tanaman anggrek.

Wilayahnya, berada di Jalan Talang Kepuh Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang. Di sini, menjadi sentra budidaya tanaman anggrek. Ada tiga lokasi tempat budidaya anggrek di wilayah ini dan saling berdekatan.

Supandi, warga sekaligus pembudidaya tanaman anggrek di Jalan Talang Kepuh Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang.

Di samping rumahnya, sudah tertanam lebih dari 450 pot anggrek berbagai jenis. Bangunan yang didirikan dari bantuan Tim Penggerakan PKK Provinsi Sumsel, anggrek yang ditanamnya sudah bisa menghasilkan.

"Kalau budidaya anggrek ini mudah-mudah sulit. Kalau memang mau membudidayakannya anggrek, jangan ditanam pakai tanah. Tetapi tanam di pot yang berisikan arang dan serbuk bekas kayu," katanya saat ditemui, Senin (22/2/2021).

Awal wilayah ini menjadi sentra budidaya anggrek, setelah penggerak PKK Sumsel menginisiasi wilayah ini untuk menanam anggrek. Dengan diberikan bibit, cara merawat dan juga membudidayakan anggrek, saat ini sudah terbilang banyak anggrek yang dihasilkan.

Baca juga: Chat Mesra dengan Istri Orang, Pria di Muba Ditebas Parang Suami dan Kakak Ipar, Luka Parah

Baca juga: Tidur Pulas Mahasiswi di Palembang Kaget Ada Pria di Atasnya, Langsung Digigit, Pelakunya Tetangga

Untuk anggrek yang sudah dewasa, biasanya akan dipisahkan untuk kembali dibuat bibit. Setelah tumbuh bibit-bibit baru, nantinya baru di potong dan dimasukan ke dalam pot lain. Selama menjadi bibit, pemilik harus rajin merawat anggrek tersebut.

Karena, bila tidak selalu di lihat dan dicek biasanya sela-sela daun akan dimakan semut. Hal ini, membuat anggrek tidak bisa tumbuh bangus bahkan menjadi mati.

"Arang dan serbuk kayunya tidak boleh terlalu basah. Kalau basah, bisa juga membuat anggrek mati. Selain itu, bila arang atau serbuk kayu sudah ada lumut sebaiknya diganti. Itu juga penyebab bisa membuat anggrek mati," ungkapnya.

Anggrek yang sudah tumbuh menjadi anggrek remaja, bila selalu di cek dan arang tidak terlalu basah, maka hanya dengan waktu tiga bulan biasanya sudah tumbuh bunga. Akan tetapi, bila jarang dicek dan juga arang yang digunakan hingga berlumut maka akan lama berbunga bahkan anggrek bisa mati.

"Sekarang ini, lagi membesarkan. Sebelumnya sudah banyak yang berbunga, teyapi sudah habis dibeli. Pembelinya tidak hanya dari Palembang, tetapi dari luar Palembang bahkan dari Jambi juga ada," jelasnya.

Supandi mengungkapkan, selain menjual anggrek, ditempatnya biasa juga di datangi masyarakat hanya untuk ber swafoto. Warga yang datang untuk ber swafoto saja, sama sekali tidak dipungut biaya. Ia mempersilahkan untuk berswafoto sepuasnya di taman anggrek yang di budidayakannya.

"Kalau dijual, harganya beragam. Mulai dari Rp 50 ribu itu untuk bibitan. Kalau yang sudah remaja Rp 80 ribu, kalau Rp 120 ribu itu biasanya sudah ada bunganya," pungkasnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved