Breaking News:

Berita Lubuklinggau

BKSDA Sayangkan Buaya Muara di Lubuklinggau Ditembak Mati

BKSDA menyayangkan Tewasnya Buaya sepanjang dua meter ditembak mati warga di RT 06 Kelurahan Nikan Jaya, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Buaya sepanjang dua meter ditembak mati warga di RT 06 Kelurahan Nikan Jaya Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau Sumsel, Sabtu(20/2/2021) malam. BKSDA menyayangkan Buaya itu ditembak mati warga. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --  Tewasnya Buaya sepanjang dua meter ditembak mati warga di RT 06 Kelurahan Nikan Jaya Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau Sumsel, Sabtu (20/2/2021) malam.

Buaya jenis muara ini di tembak mati  disebuah danau tak jauh dari komplek perumahan karena kerap memangsa hewan ternak dan membuat resah warga sekitar komplek.

Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel sangat menayangkan hewan dilindungi tersebut dibunuh dengan cara ditembak.

"Harusnya jangan dibunuh ditangkap saja, sangat disayangkan sekali kalau sudah mati, karena itu hewan dilindungi harusnya dilaporkan saja," ungkap Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat BKSDA Sumsel Martialis Puspito saat dikonfirmasi, Minggu (21/2/2021).

Ia menjelaskan dalam melihara satwa dilindungi itu harus ada aturannya, pertama harus berupa lembaga konservasi yang sudah diizinkan oleh BKSDA.

"Tidak sembarangan memelihara, artinya tidak semua bisa memelihara banyak aturannya. Harus lembaga konservasi kalau ada izinnya untuk memelihara," ujarnya.

Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dilarang untuk memelihara satwa langka dan bisa diancam penjara lima tahun serta denda hingga mencapai Rp 100 juta.

Baca juga: Cerita Petani Cabai Lubuklinggau Rela Bermalam di Kebun, Demi Antisipasi Pencurian

Untuk itu ia meminta saat memelihara satwa dilindungi harus dipastikan juga prosedurnya, mulai izinnya, sarana-prasarananya, tim medis dan tempatnnya, semua unsur tersebut harus terpenuhi.

"Dalam penerbitan izin kita juga  akan melakukan pengecekan, jadi tidak bisa asal memilihara saja," ungkapnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat apabila ada informasi warga yang memelihara satwa liar harus diinformasikan ke BKSDA  supaya bisa ditindak lanjuti.

Halaman
12
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved