Breaking News:

Berita Bisnis

Miliki Aset Rp 240 Triliun, BSI Target Jadi Bank Syariah Nomor 1 Dunia, Siap Geser Arab Saudi

BSI bertekad menjadi bank syariah nomor satu dunia setelah posisinya naik menjadi nomor dua di dunia setelah menggeser Malaysia.

TRIBUN SUMSEL/HARTATI
Regional CEO Region 3 Palembang Bank Syariah Indonesia, Dedy Suryadi Dharmawan bersama manajemen BSI saat berkunjung bersama manajemen BSI ke Graha Tribun, Kamis (18/2/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bank Syariah Indonesia (BSI) bertekad menjadi bank syariah nomor satu dunia setelah posisinya naik menjadi Bank Syariah nomor dua di dunia setelah berhasil menggeser Malaysia yang sebelumnya berada di peringkat dua dunia bank syariah.

Regional CEO Region 3 Palembang Bank Syariah Indonesia, Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan, mergernya tiga bank syariah ini luar biasa disambut dan mendapat atensi khusus presiden dan juga pastinya memiliki tujuan besar sebagai bank syariah terbesar di dunia, karena mayoritas penduduk Indonesia muslim. Tapi bank syariah juga terbuka bagi nasabah dari mana saja bukan cuma bagi nasabah muslim namun juga terbuka bagi nasabah non muslim.

Sistem perbankan syariah memberikan banyak kemudahan bagi nasabah karena berbasis syariah.

Dedy mengatakam, Bank Syariah Indonesia berkomitmen untuk menjadi lembaga perbankan yang melayani segala lini masyarakat, menjadi bank yang modern, serta inklusif dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip Syariah.

"Atensi terhadap BSI luar biasa besar sehingga tanggung jawab dan tujuan BSI juga besar sehingga bersama tiga eks bank syariah ini kita akan menunjukkan pada dunia sistem perbankan syariah yang terbaik di dunia," ujar Dedy saat berkunjung bersama manajemen BSI ke Graha Tribun, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: DataTerbaru BPS, Ada 27,55 Juta Orang Indonesia Miskin, Indeks Kemiskinan Sumsel di Bawah Nasional

Sementara itu disinggung dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Informasi Teknologi (IT), Dedy mengatakan merger ini juga membuat perubahan sistem IT dan penempatan SDM eks ketiga bank syariah tersebut.

Perubahan SDM dan IT tidak terlalu sulit karena didukung kemudahan teknologi saat ini sehingga hanya perubahan penempatan dan posisi saja. Dari sisi kinerja dan etos kerja juga tidak sulit karena sama-sama memiliki value syariah.

"Meski dadi sisi pola kerja berbeda namun karena valuenya sama yakni syariah sehingga lebih mudah dilakukan sebab eks ketiga bank punya value yang sama," tambah Dedy.

Begitu juga dengan teknologi ke tiga bank juga mudah karena sistem IT nya juga lebih modern saat ini sehingga merger ini juga tidak terlalu sulit.

Bank Syariah Indonesia berstatus sebagai perusahaan terbuka yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia ticker code BRIS. Pasca merger, Bank Syariah Indonesia adalah bank Syariah terbesar di Indonesia.

Sampai dengan bulan Desember 2020, Bank Syariah Indonesia memiliki total aset mencapai sekitar Rp 240 triliun, modal inti lebih dari Rp22,60 triliun, total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp210 triliun, serta total pembiayaan Rp157 triliun.

Selain itu laba terkonsolidasi Bank Syariah Indonesia per Desember 2020 mencapai Rp2,19 triliun. Dengan kinerja finansial tersebut, Bank Syariah Indonesia masuk dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset. Dari sisi jaringan, Bank Syariah Indonesia didukung oleh lebih dari 1.241 kantor cabang, sekitar 2.447 jaringan ATM, serta didukung lebih dari 20.000 karyawan yang tersebar di seluruh Nusantara.

Seluruh aset dan kekuatan ini akan dioptimalkan oleh Bank Syariah Indonesia untuk memberikan layanan dan produk finansial syariah yang lengkap dalam satu atap untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan nasabah dari berbagai segmen, mulai dari UMKM, ritel, komersial, wholesale, dan korporasi baik dalam maupun luar negeri.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Hartati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved