Breaking News:

Fakta Viralnya Ribut Pedagang BJ Pakaian Bekas Ampera, Tak Terkendali Perempuan Serang Laki-laki

Keributan yang terjadi di tempat penjualan pakaian bekas di bawah Jembatan Ampera Kota Palembang, viral di sosial media, sejak Rabu (17/2/2021) sore.

ISTIMEWA
Tangkap layar. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Keributan yang terjadi di tempat penjualan pakaian bekas di bawah Jembatan Ampera Kota Palembang, viral di sosial media, sejak Rabu (17/2/2021) sore.

Dalam video berdurasi 19 detik yang beredar, terlihat seorang perempuan begitu emosi hingga akhirnya mengeluarkan sebuah gunting dari dalam tasnya dan langsung diancamkan ke seorang pria yang berada persis di depannya.

Beberapa pukulan dengan tangan kosong maupun sebuah botol air mineral, juga sempat dilayangkan ibu-ibu yang emosi itu.

Sedangkan pria berbaju hitam dengan topi warna senada yang menjadi sasaran, hanya diam dan sama sekali tak membalas perbuatan kasar terhadapnya.

Selain video, sebuah foto yang menunjukkan pria tadi sudah mengalami luka tusuk di pelipis kirinya akibat keributan tersebut, juga tersebar luas di sosial media.

Sementara itu dari rekaman yang beredar, dituliskan keterangan bahwa perempuan dan laki-laki yang terlibat dalam keributan adalah sesama pedagang pakaian bekas di bawah Jembatan Ampera Kota Palembang.

Setelah ditelusuri, tribunsumsel.com berhasil mewawancarai pria yang mengalami luka akibat keributan viral tersebut.

Ia bernama Fahrul Rozi alias Tomi (40) warga Jalan Sekanak Kelurahan 26 Ilir dan mengaku sudah menjadi korban akibat keganasan perempuan sesama pedagang, sebagaimana rekaman yang tersebar luas saat ini.

"Bukan cuma mengancam, gunting itu benar-benar ditusukkan ke saya. Pelipis dan pundak kiri saya ditusuk oleh perempuan itu sampai saya harus ke rumah sakit," ujarnya, Kamis (16/2/2021).

Sebenarnya, kejadian itu terjadi pada Minggu (7/2/2021) lalu.

Halaman
12
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved