Breaking News:

Enam Saksi Kasus Pembunuh Selingkuhan Istri Malah Minta Terdakwa Dibebaskan

Kuasa hukum terdakwa kasus pembunuhan selingkuhan istri Rivat Eka Putra yakni Yulison Amprani SH MH dan Sanjaya SH

TRIBUN SUMSEL/EDISON
Sidang tuntutan kasus pembunuhan sadis terhadap selingkuhan istri dengan korban Ario Fernando alias Nanda dengan terdakwa Rivat Eka Putra digelar Pengadilan Negeri Prabumulih, Kamis (18/2/2021). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kuasa hukum terdakwa kasus pembunuhan selingkuhan istri Rivat Eka Putra yakni Yulison Amprani SH MH dan Sanjaya SH mengungkapkan pada sidang tuntutan pihaknya telah menyampaikan pembelaan atau pledoi jika seluruh saksi yang semestinya memberatkan ternyata meminta terdakwa dibebaskan.

"Kemarin itu setelah tuntutan kita langsung sampaikan nota pembelaan atau pledoi," kata Yulison ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/2/2021).

Yulison menuturkan, isi pledoi disampaikan yakni berdasarkan fakta-fakta dalam persidangan enam orang saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) yang notabanenya adalah saksi a charge atau memberatkan justru pada persidangan meringankan terdakwa.

"Enam saksi itu seluruhnya meringankan atau a de charge, bahkan ada satu saksi yakni ibu korban di muka persidangan menangis minta terdakwa Rivat dibebaskan. Begitu juga istri korban yang mengaku salah meminta maaf lalu meminta suaminya dibebaskan dan temannya yang meminjamkan motor juga menyatakan orang baik, jadi semuanya meringankan klien kita," jelasnya.

Lantaran semua saksi dihadirkan JPU seluruhnya meringankan terdakwa, maka pihaknya selaku kuasa hukum kata Yulison tidak lagi menghadirkan saksi a de charge atau meringankan. "Jadi tidak kita hadirkan lagi saksi meringankan dari kita karena sudah meringankan semua," tuturnya.

Yulison menuturkan, terkait JPU menuntut hukuman 7 tahun itu sah-sah saja disebabkan pasal 338 yang dikenakan dan semua diserahkan kepada majelis hakim. "Kita serahkan ke majelis hakim apakah nanti memberi putusan sesuai fakta persidangan dan hati nurani. Jelasnya kita kuasa hukum siap menerima apapun keputusan. Begitupun Rivat mengungkapkan siap menerima apapun keputusan karena memang dirinya menyadari bersalah," katanya.

Disinggung kapan sidang akan kembali digelar, Yulison mengaku setelah penyampaian tuntutan JPU dan pledoi disampaikan pihaknya sidang ditunda hingga Tanggal 3 Maret 2021 mendatang. "Sidang dilanjut pada 3 Maret 2021 mendatang dengan agenda pembacaan putusan," tegasnya.(eds) 

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved