Breaking News:

Wakili Alumni, Walikota Lubuklinggau Letakkan Batu Pertama Pembangun Masjid FISIP UNSRI

Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe meletakkan batu pertama pembangunan masjid di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas

EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Wakili Alumni Wako Linggau Letakkan Batu Pertama Pembangun Masjid FISIP UNSRI 

LUBUKLINGGAU -- Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe meletakkan batu pertama pembangunan masjid di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya (FISIP UNSRI), Selasa (16/2/2021) kemarin.

Orang nomor satu di Kota Lubuklinggau ini hadir sebagai perwakilan alumni dalam rangka menghadiri undangan civitas akademika kampus FISIP UNSRI.

Wali kota yang biasa dipanggil Nanan ini dalam sambutannya menyampaikan, datang ke kampus FISIP UNSRI serasa mengulang kenangan baginya.

Nanan merupakan salah satu alumni terbaik FISIP UNSRI yang berhasil terjun ke kancah dunia politik dan berhasil memimpin Kota Lubuklinggau hingga dua priode.

"Alhamdulillah sekian kali saya datang kesini terima kasih untuk undangannya, pada kesempatan ini intinya peletakan batu pertama tentunya ini suatu hal yang sangat baik," ungkap Nanan.

Menurut Nanan, pembangunan masjid merupakan kegiatan amal yang akan menuntun menuju surga, karena amal jariah dari pembangunan masjid itu sendiri akan terus mengalir selama masjid itu digunakan.

"Karena katanya kalau bangun rumah tuhan itu jaminannya masuk syurga, makanya harus marmur fisik masjidnya,makmur jamaahnya dan makmur masyarakat sekitar masjidnya," ujarnya.

Nanan mencontohkan, ia telah terlibat dalam puluhan pembangunan masjid di Kota Lubuklinggau, hasilnya sangat positif, pengurus masjid dan masyarakat sekitar lingkungan masjid menjadi makmur.

"Ini yang kita lakukan di Lubuklinggau, nah setelah dibangun bagaimana kita akan memakmurkan, mulai dari jamaahnya, masyarakat sekitarnya, jika masjidnya saja tidak makmur untuk itu haru makmur," ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta kepada pengurus masjid kedepan, jangan hanya menumpuk kas, namun alangkah baiknya kas tersebut digunakan selain untuk pembangunan, juga untuk kemakmuran masjid itu sendiri.

"Dikit-dikit nanti kas masjidnya berapa Rp 100 juta, untuk apa Rp 100 juta itu, oh pak kami mau bangun tempat wudhu, jangan seperti itu harus digunakan untuk hal bermanfaat juga," ujarnya.  

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved