Running News Ikatan Cinta

Ikatan Cinta 17 Februari 2021: Elsa Terus Yakinkah Reyna Anak Roy, Tapi Al Berkata Begini pada Elsa

Segmen 3 Episode 170 Ikatan Cinta, Rabu (17/2/2021): Al kemukakan alasannya adopsi Reyna kepada Angga. maka Elsa terus yakinkah Al, tapi Al berkata be

RCTI+
Ikatan Cinta 17 Februari 2021 Episode 170 Segmen 3 

TRIBUNSUMSEL.COM - Segmen 3 Episode 170 Ikatan Cinta, Rabu (17/2/2021): Ciuman itu cuma berupa cipika-cipiki. 

Elsa dapat menjual tas tangannya seharga Rp 50 juta, setelah Rafael (Carlo Milk) membeli untuk kado ulang tahun kakaknya. 

Nino ke panti asuhan Mutiara Bunda untuk bertemu Astri.

Tapi Astri sedang izin ke luar kota.

Tapi bukan Nadya yang mengadopsi anak itu.

Pengasuh merasa aneh, Nino menganggap anak itu sudah meninggal.

Terpenting bukan Nadya yang mengadopsi anak Andin yang diserahkan kepada Elsa.

Nino merasa ditipu.

Pengasuh itu heran karena Nino mencari anak itu dan hendak bertanya kepada Al.

Elsa berharap Mateo ini terakhir kali untuk memalaknya.

Mateo terburu-buru untuk merental mobil ke Surabaya dan mau pergi ke Singapura.

Maka, Mateo memastikan dirinya keluar Indonesia.

Di cafe, Al bertemu dengan Angga dan mengatakan dirinya dan Michi sedang buntu.

Mereka tak dapat mengakses data dengan mencoba menggunakan tanggal putus dari Andin, tapi data cloud tak terakses.

Al pernah berkata PIN ATM mengganti dengan tanggal itu, dulu menggunakan tanggal Hartawan, ayahnya.

Al merasa ada seseorang yang masuk dulu dan mengganti passwordnya.

Maka, Al meminta Angga mencari hacker.

Soalnya, Angga terlalu fokus dengan Michi, bukan penyelidikan.

Syahdan, ada pertanyaan lagi dan agak pribadi.

Angga baru tahu Al mengadopsi anak dan ingin tahu alasan Al mengadopsi anak karena mengenal dirinya kaku.

Ternyata ada Elsa.

Al mengadopsi Reyna karena itu anak Andin dan Roy.

Kemudian, Elsa menemui Al untuk meyakinkan ucapan tentang Reyna. 

Namun, Al membalikkan karena Elsa tak tahu malu menikah dengan Nino. 

Ujungnya, Elsa berupaya agar Al percaya dengan narasinya. 

Inti Cerita: 

Berlanjut lagi.

Reyna meminta Al mencium Andin.

Permintaan Reyna makin beragam, dari kening dan kini ke pipi.

Al dan Andin hanya bertatapan, walau kemudian Al menyentuh pipinya dengan pipi Andin.

Mirna melihat Andin yang malu-malu kucing seperti ABG.

Andin berjalan cepat bersama Reyna dan Mirna.

Di sekolah, Andin dan Mirna melihat Reyna sedang bermain.

Teman Reyna memuji Andin yang cantik.

Mirna meneruskan dan senang melihat Reyna bahagia.

Apalagi semua orang di rumah Al senang.

Andin lebih senang karena dapat berkumpul dengan Reyna.

Mirna tak ingin melihat Andin dan Al berantem lagi.

Sampai kepala Mirna ikut pusing.

Andin berterima kasih karena Mirna telah menjaga dan melindungi Reyna selama dirinya pergi.

Al sedang tersenyum saat mengendara ke kantor.

Lalu Angga menghubungi Al untuk ingin membicarakan sesuatu.

Tapi Al akan bertemu dengan Angga pada pukul 12.00.

Di toko, Elsa membawa tas itu untuk menjualnya di butik.

Ternyata ada Rafael di situ.

Elsa mau menawarkan Rp 50 Juta, tapi pemilik butik hanya menawarkan Rp 37,5 juta.

Maka, Elsa meninggalkan butik dan Rafael mengejarnya.

Tak terduga, Rafael mencari kado tas dan Elsa mau menjual tas itu.

Rafael mendapatkan model yang pas, karena itu pas.

Lantas Rafael membayar dengan men-transfer uang itu ke rekening Elsa.

Namun, Elsa meminta tolong kepada Rafael untuk tidak memberitahukan ini kepada Nino.

Rafael makin curiga.

Elsa mengalihkan dengan mengatakan ini untuk kado kejutan ulang tahun Nino.

Waktu sekolah sudah selesai.

Reyna belum mau pulang dan ingin jalan-jalan dengan Andin dan Mirna.

Sekaligus mau membeli jam tangan, karena jam tangan pemberian Nino rusak.

Sementara itu, Nino dengan taksi sudah sampai ke panti asuhan Mutiara Bunda.

Maka, Nino ingin bertemu dengan Astri.

Tapi Astri sedang izin ke luar kota.

Maka, Nino mau bertanya soal Nadya karena pernah mengadopsi anak Andin.

Tapi bukan Nadya yang mengadopsi anak itu.

Nino awalnya bertemu dengan Nadya, tapi anak itu sudah meninggal.

Pengasuh merasa aneh, Nino menganggap anak itu sudah meninggal.

Mulanya Nino menghubungi Nadya tapi nomor sudah tidak aktif.

Pengasuh tak dapat memberitahu informasi.

Terpenting bukan Nadya yang mengadopsi anak Andin yang diserahkan kepada Elsa.

Nino merasa ditipu.

Maka, Nino bertanya golongan darah anak itu dan pengasuh itu mempunyai datanya.

Namun sekali lagi, pengasuh tidak dapat memberitahukan informasi sembarang.

Terpaksa Nino pulang.

Pengasuh itu heran karena Nino mencari anak itu dan hendak bertanya kepada Al.

Di parkiran, Elsa merasa lega, karena Rafael sudah membeli tasnya.

Elsa berharap Mateo ini terakhir kali untuk memalaknya.

Mateo terburu-buru untuk merental mobil ke Surabaya dan mau pergi ke Singapura.

Maka, Mateo memastikan dirinya keluar Indonesia.

Harapan Elsa, hidupnya lebih tenang.

Di cafe, Al bertemu dengan Angga dan mengatakan dirinya dan Michi sedang buntu.

Mereka tak dapat mengakses data.

Sudah mencoba menggunakan tanggal putus dari Andin, tapi data cloud tak terakses.

Al pernah berkata PIN ATM mengganti dengan tanggal itu, dulu menggunakan tanggal Hartawan, ayahnya.

Angga menunjukkan data cloud dan memasukkan password menggunakan angka.

Lalu dengan huruf dan huruf kapital, ternyata sama saja.

Al merasa ada seseorang yang masuk dulu dan mengganti passwordnya.

Ternyata penyelidikan Erlangga dan Michelle berantakan.

Maka, Al meminta Angga mencari hacker.

Soalnya, Angga terlalu fokus dengan Michi, bukan penyelidikan.

Syahdan, ada pertanyaan lagi dan agak pribadi.

Angga baru tahu Al mengadopsi anak dan ingin tahu alasan Al mengadopsi anak karena mengenal dirinya kaku.

Elsa sampai ke cafe yang sama dengan Al dan Angga untuk makan.

Angga ingin mengapresiasi adopsi ini tapi Al pasti mempunyai alasan untuk mengadopsinya.

Angga mau tahu alasan itu, karena menjamin akan menjaga rahasianya.

Al menceritakan itu di depan Angga.

Ternyata ada Elsa.

Al mengadopsi Reyna karena itu anak Andin dan Roy.

Angga berteriak.

Elsa tahu Al mengadopsi karena mengira Nindi itu Reyna.

Andin menduga hamil oleh Roy, maka Nino menceraikan Andin, karena jadi menceraikan Andin dan jadi narapidana.

Saat itu Andin melahirkan di penjara dan anak itu menitipkan kepada Nino, tapi Nino tak mau karena bukan anaknya.

Anak itu tak bersalah dan menaruh anak itu di panti asuhan.

Anak kecil tak berdosa dengan wajah Al yang serius.

Angga terpikir saat pertemuan kemarin dan mengatakan Andin tak pernah hamil oleh Roy.

Andin benar-benar yakin mengatakan itu.

Masak Reyna bukan anak Roy, lalu itu anak siapa.

Elsa mendengar itu memilih buru-buru pergi daripada langsung menuduhnya.

Angga tak tahu siapa benar siapa bohong dan meminta Al bertanya langsung kepada Andin.

Al akan bertanya kepada Andin.

Jika ada kabar soal pembunuhan Roy, Angga menghubungi Al.

"Bener-bener drama," kata Angga.

Elsa berlari memasuki mobil dan panik sekali.

Jika Al percaya kata Angga, pasti menyelidiki anak itu.

Bahaya, Al akan tahu Reyna itu anak Andin-Roy, tapi Andin-Nino.

Saat itu, Elsa berusaha mencari akal tapi buntu.

Satu masalah pergi, datanglah seribu masalah.

Ditambah ada Al yang baru keluar, Elsa makin ribet.

Seusai belanja untuk membeli tas dan jam baru, Reyna kelaparan dan mencari sosis kentang.

Lalu Elsa mendatangi Al.

Tadi mau makan, tapi terdengar percakapan Al dengan Andin.

Elsa berusaha mempengaruhi agar tetap yakin Reyna itu anak Andin dari Roy.

Al melindungi Reyna karena itu bagian keluarga Alfahri.

Memang, semua menolak anak itu saat itu, tapi Nino, Chandra, dan Karina kecewa saat tahu Andin selingkuh.

Tapi Andin mengatakan selingkuh.

Elsa mengatakan selingkuh itu aib bukan untuk disebarkan.

Elsa berusaha meyakinkan, penyesalan terbesar Andin adalah berpisah dari Nino.

Namun perlu empat tahun untuk melupakan Nino, bahkan pada hari pertama bebas, Andin menemui Nino, karena bersalah.

Al membalikkan dan menunjuk Elsa.

Elsa itu adik macam apa, merebut suami kakaknya sendiri.

Lantas, Al pergi dan Elsa kesal karena membalikkan kepadanya.

Elsa berharap, Al percaya dengan ucapannya tadi.

Bersambung ke segmen 4.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved