Breaking News:

Berita Video Terbaru

Video Fakta Kasus Korupsi Tiga Bupati Muara Enim, Dua Ditangkap Saat Masih Menjabat

Apes betul nasib masyarakat Muara Enim, dalam rentang waktu 2 tahun tiga kepala daerah atau bupatinya ditangkap karena korupsi.

TRIBUNSUMSEL.COM - Apes betul nasib masyarakat Muara Enim, dalam rentang waktu 2 tahun tiga kepala daerah atau bupatinya ditangkap karena korupsi.

Tiga orang yang ditangkap karena korupsi, dua diantarnya ditangkap saat masih menjabat bupati Muara Enim.

Sedangkan satu orang, ditangkap saat tidak menjabat lagi sebagai bupati Muara Enim.

Ketiga sosok itu adalah, Muzakir Sai Sohar bupati Muara Enim periode 2014-2018 dalam kasus dugaan penerimaan suap alih fungsi lahan.

Kedua adalah Ahmad Yani, bupati Muara Enim 2018 yang ditangkap karena kasus suap Rp 2,1 miliar dari 16 proyek perbaikan jalan.

Ahmad Yani divonis 7 tahun penjara.

Yang ketgia atau tadi malam ditangkap adalah Juarsah yang juga menerima suap kasus proyek bersama Ahmad Yani.

Meski Bupati Muara Enim H Juarsah ditahan KPK RI dalam kasus korupsi, ternyata tidak mengurungkan pemilihan Wakil Bupati Muara Enim yang sebelumnya kosong.

Seperti diketahui, bupati sebelumnya yakni Ahmad Yani ditangkap tas kasus korupsi. Selanjutnya Juarsah yang sebelumnya menjadi wakil bupati diangkat menjadi Bupati. Karena itu kursi wakil bupati kosong.

Baru 1,5 bulan menjabat, Juarsah lalu ditahan juga oleh KPK karena kasus serupa dengan yang menjerat Ahmad Yani.

Kini, mulai dari bupati, wakil bupati bahkan sekreataris daerah Muaraenim kosong. Semalam Gubernur Sumsel Herman Deru sudah menunjuk Nasrun Umar sebagai pelaksana harian.

Sebelum Juarsah ditahan KPK, memang pembahasan tentang wakil bupati sedang berlangsung.

Menurut Kiki panggilan akrabnya, dengan kondisi apapun, DPRD hanya bersifat menunggu saja, sebab yang berhak mengajukan calon Wakil Bupati Muara Enim hanya tiga Parpol pengusung Bupati - Wakil Bupati Muara Enim periode 2018-2023.

Jika telah ada dua nama dari kesepakatan ketiga Parpol tersebut, barulah diserahkan ke Bupati Muara Enim, dan Bupati Muara Enim menyerahkan ke DPRD Muara Enim untuk dipilih.

Diberitakan sebelumnya, selain Ahmad Yani, KPK juga akhirnya menetapkan Juarsah sebagai tersangka. Bahkan Ketua DPRD Muaraenim juga ditahan.

Editor: Euis Ratna Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved